Sopir Taksi Online Dirampok Dua Penumpangnya di Palmerah, Handphone dan Powerbank Raib

Reza Indra, sopir taksi online, menjadi korban aksi penodongan yang dilakukan FO alias BK (20) dan JK alias RK, di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Sopir Taksi Online Dirampok Dua Penumpangnya di Palmerah, Handphone dan Powerbank Raib
Warta Kota
Ilustrasi 

REZA Indra, sopir taksi online, menjadi korban aksi penodongan yang dilakukan FO alias BK (20) dan JK alias RK, di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Keduanya berpura-pura mengorder jasa korban untuk melakukan penodongan. Awalnya, korban mendapat pesanan dari para pelaku untuk diantar ke kawasan Tomang, Jakarta Barat. Namun, setelah berada di dalam mobil, di tengah perjalanan pelaku minta diantar ke daerah Kota Bambu dengan alasan ingin pamit ke orangtua.

“Pada saat di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Andong, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, tiba-tiba salah satu pelaku mengeluarkan sebilah golok lalu menodongkan ke arah korban hingga melukai dagu korban,” ujar Kapolsek Palmerah Kompol Aryono, Sabtu (26/5/2018).

Baca: Fadli Zon Nilai Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Masa Kini Lebih Dahsyat Ketimbang Zaman Orde Baru

Tidak hanya sampai di situ, para pelaku yang mengancam korban, lalu meminta uang secara paksa dengan merampas tas yang ada di depannya. Sebuah handphone dan satu buah powerbank milik korban juga diambil.

“Jadi modus mereka itu adalah dengan mengorder taksi online. Setelah melihat ada kesempatan, kedua pelaku lalu melancarkan aksinya dengan menodongkan korban menggunakan sebilah golok,” sambungnya.

Sesaat setelah kejadian, korban langsung melaporkan hal itu ke Polsek Palmerah. Mendapati adanya laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan terhadap keberadaan kedua pelaku.

Baca: Sebelum Beraksi, Penyerang Mapolsek Maro Sebo Ingin Jadi Imam Saat Salat di Masjid

“Pelaku FO berhasil kami tangkap di tempat kontrakannya, sedangkan JK berhasil melarikan diri dan sekarang masih dalam proses pengejaran oleh anggota di lapangan,” jelas Aryono.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Sedangkan para sopir taksi online diminta untuk lebih berhati-hati dalam menerima pesanan. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved