Puasa di Bogor

Dinkes Kota Bogor Periksa Sampel Tutut Beracun dan Air, Jumlah Korban 26 Warga

Rubeah menjelaskan, bahwa tutut atau keong merupakan makanan yang memiliki protein yang tinggi.

Dinkes Kota Bogor Periksa Sampel Tutut Beracun dan Air, Jumlah Korban 26 Warga
Tribun Bogor
Warga mendapat perawatan usai keracunan saat makan tutut, alias keong sawah, Sabtu (26/5/2018). 

WARTA KOTA. BOGOR - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan bahwa peristiwa keracunan tutut atau keong sawah di Kota Bogir merupakan kejadian luar biasa (Klb).

Rubeah menyebutkan bahwa ada 62 orang warga Kampung Sawah yang mengalami keracunan tutut.

Baca: Buka Puasa dengan Tutut, Puluhan Warga Kota Bogor Keracunan dan Dilarikan ke Rumah Sakit

"Iya keracunan warga RW 7, dari  RT 1 - RT 5, mudah-mudahan tidak bertambah, karena tadi pagi masih bertambah, kita sudah melayani semaksimal mungkin kita tangani kalau  bisa ditangani di puskemas dirawat di puskesmas, kalah perlu rujukan kita rujuk," katanya saat mengunjungi pasien korban ke racunanan di RSUD Kota Bogor, Sabtu (26/5/2018).

Untuk mengetahui indikasi dan dugaan penyebab keracunan, Dinkes Kota Bogor pun mengambil beberapa sample.

Nantinya sample tersebut akan diuji lab untuk mengetahuk penyebab keracunan masal di Kampung Sawah.

"Dugaan sementara kita masih mencari tau, tim lagi turun ke lapangan, tim sedang mengambil sample-sample, Bab, keong di rumah penjual, sample air, karena kita juga tidak bisa mengabaikan kandungan air bersihnya," katanya.

Rubeah menjelaskan, bahwa tutut atau keong merupakan makanan yang memiliki protein yang tinggi.

"Tutut itu makanan yang mengandung protein yang tinggi, jadi setelah diolah tidak boleh dikonsumsi lebih dari enam jam, kalau lebih dari enam jam itu sudah beracun," ucapnya. (Lingga Arvian Nugroho)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help