Ulasan Pakar Psikologi Forensik Soal Potensi Bahaya Remaja Ancam Bunuh Presiden Jokowi

Dalam kurun 10 tahun, 44 persen pelaku pengancaman ternyata benar-benar melakukan kejahatan disertai dengan kekerasan.

Ulasan Pakar Psikologi Forensik Soal Potensi Bahaya Remaja Ancam Bunuh Presiden Jokowi
Tribunnews.com
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel. 

PAKAR Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menuturkan proses hukum bagi remaja RJ (16) yang mengancam akan membunuh Presiden adalah cukup mudah dilakukan dengan menerapkan UU Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Yang lebih rumit adalah perlakuan psikologisnya. Sebab, dalam kurun 10 tahun, 44 persen pelaku pengancaman ternyata benar-benar melakukan kejahatan disertai dengan kekerasan. Korbannya bisa siapa saja, tidak selalu orang yang menjadi sasaran ancaman pembunuhannya," kata Reza, kepada Warta Kota, Jumat (25/5/2018).

Menurutnya, banyak pihak yang pasti menganggap apa yang dilakukan RJ adalah perbuatan iseng saja.

"Jk dikatakan, ah iseng saja itu, maka, jelas ini salah kaprah. Sebab fantasi kekerasan dan pola pengekspresian amarah adalah beberapa unsur yang ditakar dalam risk assessment, termasuk meramal yang bersangkutan akan menampilkan perilaku kekerasan," kata Reza

Keberadaan fantasi-fantasi semacam itu kata Reza mempertinggi risiko bahwa yang bersangkutan sewaktu-sewaktu bisa melakukan kejahatan disertai kekerasan.

"Juga coba ingat siswa-siswa yang melakukan penembakan brutal di sekolah seperti di Amerika. Mereka ternyata sudah memperlihatkan gelagat buruk dengan sebelumnya mengeluarkan ancaman, termasuk memvideokannya. Tapi karena ancaman dianggap remeh, tragedi akhirnya kadung terjadi," kata Reza.

Karenanya atas dasar itu Ia mempertanyakan, alasan menyepelekan ancaman pembunuhan terhadap Jokowi.

"Paspampres semoga bisa tetap menjaga keamanan Jokowi. Tapi bagaimana jika ancaman si remaja justru menjadi kenyataan dengab menghabisi warga biasa?," kata dia.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help