Menyamar Jadi Pemesan, Polisi Pelabuhan Tanjung Priok Ciduk Pembuat dan Pengedar Uang Palsu

Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap Surya Adnan (31), terkait praktik membuat dan mengedarkan uang palsu.

Menyamar Jadi Pemesan, Polisi Pelabuhan Tanjung Priok Ciduk Pembuat dan Pengedar Uang Palsu
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap Surya Adnan (31), pembuat dan pengedar uang palsu. 

APARAT Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap Surya Adnan (31), terkait praktik membuat dan mengedarkan uang palsu.

Pelaku beraksi menggunakan modus menawarkan uang palsu tersebut melalui situs online. Kanit Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Faruk Rozi mengatakan, awal penangkapan pelaku terjadi ketika petugas menyelidiki adanya peredaran uang palsu melalui situs jual beli online.

“Anggota melakukan undercover dan melakukan pemesanan terhadap uang rupiah yang diduga palsu tersebut. Kita ajak pelaku untuk melakukan transaksi langsung di daerah Plumpang, Jakarta Utara,” ungkapnya, Jumat (25/5/2018).

Baca: Rutan Khusus Teroris di Nusakambangan Sebentar Lagi Rampung, Pengamanannya Super Maksimum

Setelah melakukan transaksi secara langsung dan menerima barang yang dipesan tersebut, polisi bergerak cepat dengan memeriksa keaslian uang itu. Hasilnya, uang yang diterima dari Surya ternyata palsu.

“Setelah kita melakukan pengecekan, ternyata uang tersebut palsu. Anggota lalu melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku. Jadi modusnya pelaku menawarkan uang palsu melalui Facebook dan situs jual beli online,” jelas Faruk.

Pelaku berhasil diringkus saat berada di Jalan Meduran Gang 4 RT 05/08 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Malang, Jawa Timur, Rabu (16/5/2018). Saat proses penangkapan, petugas menemukan ratusan lembar uang palsu.

Baca: Cuma Celana Dalam Personel Slank yang Belum Made In Indonesia

“Pada saat penangkapan, petugas juga menemukan ratusan lembar uang palsu siap edar dengan berbagai macam pecahan, serta beberapa printer untuk mencetak uang serta laptop,” papar Faruk.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 36 Jo pasal 26 UU 7/2011 tentang Mata Uang, subsider pasal 244 KUHP dan/atau pasal 266 KUHP. Pelaku terancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help