Sengketa Selesai, Waduk Pondok Ranggon 1 Kembali Dikeruk

Bersengketa dengan warga hampir setengah dekade, tepatnya akhir tahun 2012, revitalisasi Waduk Pondok Ranggon 1 akhirnya dapat kembali dilakukan.

Sengketa Selesai, Waduk Pondok Ranggon 1 Kembali Dikeruk
Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan dan Perbekalan (Alkal) Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tengah mengoperasikan eksavator jenis long arm di sisi selatan Waduk Pondok Rangon 1, tepatnya RT 02/01 Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Apabila rampung, waduk seluas 11 hektar itu diyakini dapat meminimalisir banjir yang kerap terjadi di wilayah Cilangkap, Setu dan Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa) 

BERSENGKETA dengan warga hampir setengah dekade, tepatnya akhir tahun 2012, revitalisasi Waduk Pondok Ranggon 1 akhirnya dapat kembali dilakukan.

Apabila rampung, waduk seluas 11 hektar itu diyakini dapat meminimalisir banjir yang kerap terjadi di wilayah Cilangkap, Setu dan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Terhentinya revitalisasi waduk yang berlokasi di RT 02/01 Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur itu diakui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan dan Perbekalan (Alkal) Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Rudi Syahrul.

Permasalahan utama katanya berkutat pada sengketa dan pembebasan sebagian lahan yang diakui milik warga.

Oleh karena itu, area waduk yang semula dikerjakan pada era Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo itu terabaikan.

Lima tahun berselang, gundukan tanah dan sebagian lahan yang belum dikeruk katanya kini dipenuhi tanaman liar berupa rumput dan ilalang, sebagian lahan lainnya dimanfaatkan warga untuk berocok tanam sayuran seperti cabai, terong, mentimun, bayam, kangkung, singkong dan lainnya.

"Masalah utama adalah sengketa lahan, karena itu dari tahun 2012 pengerukan tidak bisa dilanjutkan. Sekarang semuanya sudah selesai, revitalisasi bisa diselesaikan," ungkapnya dihubungi pada Rabu (23/5/2018) kemarin.

Mengawali proses pengerukan, sebanyak dua unit eskavator jenis long arm berukuran besar katanya telah dioperasikan di sisi selatan waduk, bersebelahan dengan kawasan Mabes TNI Cilangkap sejak Selasa (22/5/2018).

Namun, tidak menutup kemungkinan alat berat lainnya diterjunkan apabila terdapat permintaan dari Bidang Aliran Timur Dinas SDA DKI Jakarta selaku pelaksana proyek di lapangan.

"Sekarang ini baru dua unit yang dioperasikan, tapi kalau dibutuhkan kita bisa tambah lagi. Karena Waduk Pondok Ranggon ini penting, posisinya di daerah hulu, jadi nambah area resapan yang secara langsung mengurangi debit air di Kali Sunter. Harapannya banjir di wilayah timur bisa berkurang," ujarnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved