Kerap Kecolongan, UPT Alkal SDA DKI Asuransikan Ratusan Alat Berat

Kerap menjadi sasaran maling, ratusan alat berat milik UPT Peralatan dan Perbekalan Dinas Sumber Daya Air DKI diasuransikan saat ini.

Kerap Kecolongan, UPT Alkal SDA DKI Asuransikan Ratusan Alat Berat
Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan dan Perbekalan (Alkal) Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tengah mengoperasikan eksavator jenis long arm di sisi selatan Waduk Pondok Rangon 1, tepatnya RT 02/01 Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Apabila rampung, waduk seluas 11 hektar itu diyakini dapat meminimalisir banjir yang kerap terjadi di wilayah Cilangkap, Setu dan Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa) 

KERAP menjadi sasaran maling, ratusan alat berat milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peralatan dan Perbekalan (Alkal) Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta diasuransikan saat ini.

Tercatat, sebanyak 335 alat berat dan 324 dump truck telah diasuransikan dengan anggaran mencapai Rp 9 miliar.

Keputusan tersebut diungkapkan Kepala UPT Alkal Dinas SDA DKI Jakarta, Rudi Syahrul.

Menurut Rudi, sejumlah perangkat elektronik dalam alat berat, baik berupa eskavator, buldoser hingga dump truk kerap kali menjadi sasaran maling.

Sementara, harga perangkat tersebut dapat mencapai ratusan juta rupiah.

"Sejak tahun 2017 seluruh alat berat maupun dump truck kita asuransikan. Hal ini untuk memberikan jaminan keamanan pada aset milik Pemprov DKI ini. Sehingga jika terjadi kehilangan, kita cepat mendapatkan gantinya," ungkap Rudi dihubungi pada Jumat (18/5/2018) lalu.

Besarnya anggaran asuransi lanjutnya, tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun anggaran 2018, tetapi ditanggung oleh pihak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) selaku penyedia barang yang memenangkan lelang, seperti Oscarmas, Ultrateks, Isuzu dan lainnya.

Dengan adanya asuransi tersebut, kerugian atas kasus pencurian komponen berupa monitor alat berat, seperti yang terjadi di Waduk Cimanggis, Waduk Cibubur dan Waduk Ria Rio Pulogadung pada Desember 2017 lalu tidak kembali terulang.

Apalagi, asuransi diberikan penuh kepada sebanyak sepuluh unit alat berat yang baru dibeli awal tahun 2018 lalu.

"Lewat asuransi ini kita tidak lagi was-was akan kehilangan komponen alat berat, karena satu monitor saja harganya bisa Rp 200 juta. Tapi walaupun sudah diasuransikan kita pastinya tetap waspada dan menjaganya supaya tidak kecolongan lagi," ujarnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help