Separator di Jalan Nusantara Depok Rawan Kecelakaan

Separator pemisah jalan di Jalan Nusantara, Depok, saat ini menjadi salah satu penyebab utama seringnya kecelakaan

Separator di Jalan Nusantara Depok Rawan Kecelakaan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sebuah mobil bak terbuka Suzuki Carry F 8204 GL warna hita menghantam separator pemisah jalan di ruas Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (23/5/2018) pagi sekira pukul 07.00. 

SEPARATOR pemisah jalan di Jalan Nusantara, Depok, yang merupakan jalur sistem satu arah (SSA), saat ini menjadi salah satu penyebab utama seringnya kecelakaan terjadi di sana.

Dalam bulan Mei ini saja, warga mencatat sudah ada enam kali kendaraan roda empat atau mobil, yang nyangkut di separator atau menghantam separator di jalan tersebut.

Yang terakhir terjadi adalah pada Rabu (23/5/2018) pagi. Dimana sebuah mobil bak terbuka Suzuki Carry F 8204 GL warna hitam, menghantam separator tersebut sekira pukul 07.00.

Sebuah mobil bak terbuka Suzuki Carry F 8204 GL warna hita  menghantam separator pemisah jalan di ruas Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (23/5/2018) pagi sekira pukul 07.00.
Sebuah mobil bak terbuka Suzuki Carry F 8204 GL warna hita menghantam separator pemisah jalan di ruas Jalan Nusantara Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (23/5/2018) pagi sekira pukul 07.00. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Akibatnya bagian bawah mobil dan sasisnya mengalami kerusakan parah. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini.

"Itu yang enam kali kecelakaan yang menghantam separator, baru mobil atau kendaraan roda empat saja. Belum termasuk pengendara motor yang terjungkal, karena separator itu," kata Andri, warga Jalan Manggis IV, yang tinggal tak jauh dari separator penyebab kecelakaan, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya jika dihitung sejak April, maka ada belasan kasus kendaraan terjungkal dan menyangkut di separator jalan, baik mobil atau motor.

Namun kata dia dari semuanya belum menyebabkan korban jiwa atau korban luka berat. "Paling hanya luka ringan saja, untuk pengendara motor yang terjungkal. Tapi apa mau tunggu ada yang mati dulu, baru ada tindak lanjutnya," kata Andri.

Menurutnya yang harus dilakukan Pemkot Depok agar kendaraan terhindar kecelakaan di separator adalah memasang rambu penanda di sana atau membongkar separator seluruhnya. "Pilihannya dua itu, supaya separator yang berbahaya lagi," kata dia.

Ia menjelaskan awalnya hampir seluruh ruas Jalan Nusantara terdapat separator.

Namun saat diterapkan sistem satu arah sejak Juli 2017, sebagian separator dibongkar pada November 2017. Yakni mulai mulai persimpangan Jalan Mangga sampai Jalan Sarikaya. "Nah yang disisakan ya separator yang sekarang ini, sepanjang sekitar 40 meter jelang lampu merah simpang Sandra," katanya.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved