Kecamatan Muara Gembong Bekasi Tak Terjamah Pembangunan

Ahmad (35), warga lainnya menjelaskan, pembangunan di kawasan Muara Gembong sangat lambat.

Kecamatan Muara Gembong Bekasi Tak Terjamah Pembangunan
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Kampung Bulak Desa Pantai Harapan Jaya, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

KECAMATAN Muara Gembong di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, lokasinya berbatasan langsung dengan Laut Jawa.

Lokasi yang terletak di kawasan pesisir itu membuat Muara Gembong jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi, dan seolah tak terjamah. Itu terlihat dari sulitnya akses transportasi dan minimnya infrastruktur.

Hendri (40), warga Kampung Bulak Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong mengungkapkan, selama tinggal di kawasan tersebut, akses transportasi dan pembangunan infrastruktur nyaris tak pernah terlihat.

Baca: Warga Muara Gembong Bekasi Minta Pemerintah Ubah Air Laut Jadi Layak Pakai

"Akses pembangunan jalannya aja tidak merata, enggak ada aspalnya. Ya paling dibeton, itu pun hanya sebagian saja," ungkapnya saat ditemui Warta Kota, Rabu (23/5/2018).

Bahkan, lanjut Hendri, jarak tempuh menuju ke Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi di Jalan Sukamahi, Cikarang Pusat, membutuhkan waktu dua jam menggunakan sepeda motor, dan satu setengah jam bila menggunakan mobil lewat tol.

"Ini dari tempat saya di Desa Pantai Harapan Jaya segitu jarak tempuhnya, bagaimana desa yang paling ujung Muara Gembong? Bisa lebih. Makanya selama menjadi warga Kabupaten Bekasi, baru sekali menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, untuk mengurus Kartu Keluarga ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi," ungkapnya.

Baca: Naik Status Jadi Waspada Sejak Semalam, Radius 3 Kilometer dari Puncak Gunung Merapi Dikosongkan

Ahmad (35), warga lainnya menjelaskan, pembangunan di kawasan Muara Gembong sangat lambat.

"Lambat, banyak jalan yang masih tanah. Penerangan juga masih minim. Jadi kalau sudah magrib pasti gelap dan sepi kawasan ini, udah benar-benar pedalaman," jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini warga kebanyakan mendapatkan bantuan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan atau mahasiswa, yang kerap memberikan bantuan berupa bahan pokok maupun cek kesehatan gratis.

"Kalau dari pemerintah lambat dan jarang ada. Ini juga jalan-jalan kadang hasil swadaya warga yang dibantu para donatur," paparnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help