Dishub Berlakukan Buka Tutup di Putaran di Srengseng Sawah

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan kebijakan buka tutup di putaran jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa,

Dishub Berlakukan Buka Tutup di Putaran di Srengseng Sawah
Warta Kota/Feryanto Hadi
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan kebijakan buka tutup di putaran jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan mulai Rabu (23/5). 

SUKU Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan kebijakan buka tutup di putaran jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan mulai Rabu (23/5).

Upaya ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.

Lurah Srengseng Sawah, Tubagus Masruri menyatakan, kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu disebabkan volume kendaraan meningkat saat pagi dan sore hari yang memutar kearah Depok menggunakan putaran yang masih milik lahan warga masyarakat RT 06 RW 03 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan kebijakan buka tutup di putaran jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan mulai Rabu (23/5).
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan kebijakan buka tutup di putaran jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan mulai Rabu (23/5). (Warta Kota/Feryanto Hadi)

“Putaran di RT 06 RW 03 Srengseng Sawah dibuka-tutup agar kemacetan di lokasi dapat teratasi, memberlakukan buka tutup putaran sesuai permintaan masyarakat,” ujar Masruri, Rabu (23/5).

Sementara Kasatpel Perhubungan Kecamatan Jagakarsa Eko Prabowo mengatakan, kemacetan di lokasi yang dikeluhkan itu disebabkan karena intensitas KA yang tinggi ditambah kepadatan jumlah kendaraan.

"Memang kemacetan arus lalu lintas lazimnya terjadi saat pagi dan sore hari serta hari libur saat kendaraan padat," ungkapnya.

Eko menambahkan, untuk mengatasi kemacetan pihaknya menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas bersinergi bersama Kelurahan Srengseng Sawah bersama Kepolisian, Satpol PP, LMK, Ketua RW FKDM untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tertib lalu lintas.

"Adapun kesepakatan untuk buka tutup putaran dimaksud, setelah hasil rapat dengan dinas terkait serta tokoh masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Satrio (23) yang hampir setiap hari melintasi kawasan itu mengatakan, pada hari kerja kemacetan di sana begitu akut.

"Memang akibatnya karena banyak yang mau mutar arah atau mengantre saat kereta melintas," ujarnya.

Ia berharap petugas konsisten dalam melakukan kebijakan untuk mengatasi kemacetan. "Kadang memang suka ga ada yang jaga (petugas)," ungkapnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved