Aksi Terorisme

Agum Gumelar Usul Paspor Warga Indonesia yang Pulang dari Wilayah ISIS Dicabut

“Rasanya itu perlu dipertimbangkan sebagai konsekuensi melanggar hukum mengkhianati bangsa,” sambung Agum.

Agum Gumelar Usul Paspor Warga Indonesia yang Pulang dari Wilayah ISIS Dicabut
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ketua Umum Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL) Jendral TNI Purn Agum Gumelar melantik dan mengukuhkan pengurus IKAL Komisariat Provinsi Banten, Kamis (15/3/2018) malam. 

ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar mengusulkan pemerintah melalui institusi terkait, mencabut paspor warga Indonesia (WNI) yang teridentifikasi kembali dari kawasan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dan ikut menjadi bagian kelompok itu.

Menurutnya, hal tersebut wajar sebagai konsekuensi dari keberangkatan mereka ke Suriah. Usulan Agum menanggapi adanya rumor satu keluarga pelaku bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu baru kembali dari Suriah.

“Kepada saya ada banyak usul supaya mencabut paspor orang-orang seperti mereka, tinggal apakah tindakan itu dibenarkan, karena susah mengawasinya bila mereka kembali ke Indonesia,” ujarnya dalam diskusi di Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

Baca: BJ Habibie: Reformasi Berjalan Sesuai Rencana, Sasarannya Masih Jauh

“Rasanya itu perlu dipertimbangkan sebagai konsekuensi melanggar hukum mengkhianati bangsa,” sambung Agum.

Penyandang gelar doktor Hukum Tata Negara di Universitas Padjadjaran itu juga mengusulkan agar pemerintah mengkoordinir berbagai badan intelijen yang ada di Indonesia, agar solid dalam mencegah masuknya teroris ke Indonesia.

Karena, menurutnya berbagai badan intelijen di Indonesia kuat secara individu dan belum terkoordinasi dengan baik.

“Badan intelijen kita kuat di masing-masing, BIN (Badan Intelijen Negara) kuat, BAIS (Badan Intelijen Strategis) kuat, intelijen polisi kuat, tapi belum terkoordinasi secara baik. Sekarang bagaimana pemerintah bisa koordinasikan mereka supaya bertindak tepat dan terukur,” paparnya. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help