Wisata

Wisatawan Sudah Bisa Melintasi Akses ke Gunung Padang

Akses jalan menuju situs Gunung Padang yang sempat tertutup, saat ini sudah dapat dilalui secara normal dari dua arah.

Wisatawan Sudah Bisa Melintasi Akses ke Gunung Padang
Kompas/Ninuk Mardiana Pambudi
Situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. 

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, memastikan akses jalan menuju Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, sudah bisa dilintasi kembali.

Sebelumnya, akses ke situs prasejarah yang menjadi tujuannpara wisatawan sempat tertutup material longsor dalam beberapa hari terakhir.

Longsor yang terjadi diduga akibat tingginya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir menguyur sebagian besar wilayah Cianjur.

Bahkan, tanah longsor itu mengancam tiga rumah milik warga di Kampung Neglasari, Desa Karyamukti, Campaka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Doddy Permadi melalui Sekretaris Sugeng Supriyatno di Cianjur, Senin, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca: Hujan Semalaman, Satu Rumah Warga di Pancoran Mas Depok Ambruk Akibat Tanah Longsor

Sedangkan kerugian materi akibat longsor tersebut masih dalam proses pendataan dan tiga kepala keluarga yang rumahnya terancam sudah diimbau untuk mengungsi ke tempat aman.

"Akses jalan menuju situs Gunung Padang yang sempat tertutup, saat ini sudah dapat dilalui secara normal dari dua arah. Longsor terjadi ketika hujan turun deras sejak siang hingga sore menjelang," katanya.

Bersama warga dibantu TNI/Polri, kata dia, pihaknya secara gotong-royong menyingkirkan material longsor dengan alat seadanya sambil menunggu alat berat dari dinas terkait.

"Warga yang rumahnya terancam memilih untuk tetap tinggal dengan alasan sedang berpuasa takut merepotkan tetangga. Kami hanya bisa mengimbau mereka untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan turun deras," katanya.

 Baca: Dua Rumah di Cipayung Depok Ambruk Sebagian Akibat Tanah Longsor

Untuk mengantisipasi dan menekan jatuhnya korban jiwa dan materi yang cukup besar, pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti program desa tangguh bencana meskipun programnya belum berjalan maksimal.

"Dari 354 desa yang ada di Cianjur, hanya sembilan desa yang sudah tersentuh program desa tangguh bencana. Programnya baru berjalan sekitar dua tahun terakhir dan masih terkendala dengan anggaran, karena pemerintah sedang fokus pada infrastruktur," katanya.

Namun, pihaknya tetap optimistis program desa tangguh bencana dapat terlaksana di seluruh desa di Kabupaten Cianjur.

"Kami targetkan dalam satu tahun anggaran ada atau terbentuk lima desa tangguh bencana di Cianjur," katanya.

Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help