Wanita Ini Tak Mau Naik Garuda Indonesia Sejak Dadanya Tersiram Air Panas

SEJAK mengalami cacat di bagian dada kanan Koesmariam tak pernah naik Garuda Indonesia lagi.

Wanita Ini Tak Mau Naik Garuda Indonesia Sejak Dadanya Tersiram Air Panas
HAMDI PUTRA
Koesmariam Djatikusumo (tengah) bersama kuasa hukumnya, David Tobing (kanan), Jum'at (13/4/2018). 

SEJAK mengalami cacat di bagian dada kanan akibat tersiram dua gelas air panas dalam penerbangan dengan Garuda Indonesia akhir 2017 lalu, Koesmariam Djatikusumo tidak lagi menggunakan maskapai bintang lima tersebut untuk bepergian.

Meski tidak merasa kapok, Koesmariam Djatikusumo mengaku masih trauma dengan kejadian yang membuat cacat salah satu organ kewanitaannya itu.

Ia menuturkan alasannya tidak lagi menggunakan Garuda Indonesia lantaran jadwal penerbangan BUMN tersebut tidak sesuai dengan schedule aktivitasnya.

"Memang kebetulan beberapa kali aku terbang akhir-akhir ini naiknya Airlines lain diluar Garuda karena kebetulan schedule aku pas nya naik pesawat itu sedangkan sering kali schedule Garuda siang hari sedangkan rapat saya pagi hari. Tentunya saya berangkat pakai pesawat yang take off pagi. Jadi secara kebetulan saja schedule-nya yang tidak pas dengan kepentingan saya." Demikian kata Koesmariam Djatikusumo kepada Warta Kota, Selasa (22/5/2018).

Ia tidak menepis kemungkinan jika suatu saat nanti dirinya akan menggunakan pesawat Garuda. Sebab, jika tiket penerbangan maskapai lain sudah 'sold out', mau tidak mau ia pasti memilih Garuda Indonesia.

"Di hati kecil saya pernah timbul pertanyaan, bagaimana reaksi Garuda dan pramugari yang waktu itu menumpahkan air panas ke dada saya apabila saya naik pesawat itu entah untuk tujuan kemana," tuturnya.

Sebelumnya pada tanggal 29 Desember 2017, Koesmariam Djatikusumo menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-264 rute dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, menuju Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.

Yang bersangkutan dirugikan akibat tindakan pramugari Garuda Indonesia yang pada saat Meal and Beverage serving menumpahkan 2 (dua) gelas air panas hingga mengguyur tubuh Koesmariam Djatikusumo yang mengakibatkan bagian dada kanannya mengalami cacat.

Dengan mengacu ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara, Koesmariam Djatikusumo menggugat Garuda Indonesia ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ia dan kuasa hukumnya, David Tobing, meminta Garuda Indonesia untuk bertanggungjawab untuk memberikan ganti rugi materiil sebesar Rp1.250.000.000,- (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) dan ganti rugi immateriil sebesar Rp10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah).

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved