PLN Bekasi Siapkan Dokumen Jual Beli Listrik Sampah Daerah

PLN Area Bekasi sedang menyiapkan dokumen jual beli listrik tenaga sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu,

PLN Bekasi Siapkan Dokumen Jual Beli Listrik Sampah Daerah
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
PEMBANGKIT Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Sumurbatu, Rabu (22/11/2017). PLTSa yang menggunakan teknologi Coal Handling Control Bulding (CHCB) atau zero waste ini merupakan yang pertama di Indonesia. 

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Bekasi sedang menyiapkan dokumen jual beli listrik tenaga sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Upaya ini dilakukan guna menindaklanjuti terbitnya Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Manager PLN Area Bekasi, Reny Wahyu Setiaswan mengaku telah dua kali mendatangi pengolahan sampah menjadi listrik di TPA milik Kota Bekasi tersebut.

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Sumurbatu, Rabu (22/11/2017). PLTSa yang menggunakan teknologi Coal Handling Control Bulding (CHCB) atau zero waste ini merupakan yang pertama di Indonesia.
PEMBANGKIT Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Sumurbatu, Rabu (22/11/2017). PLTSa yang menggunakan teknologi Coal Handling Control Bulding (CHCB) atau zero waste ini merupakan yang pertama di Indonesia. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Kedatangan lembaganya ke sana guna mengetahui sejauh mana kesiapan dan sistem pengolahan sampah menjadi listrik oleh PT Nusa Wijaya (NW) Abadi, selaku pihak ketiga yang bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Sebagai lembaga pemerintah yang mengurusi aspek kelistrikan, PLN telah mendapat tugas agar membeli hasil olahan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tersebut.

"Kita ingin tahu bagaimana proses pengolahan sampah menjadi listrik di sana. Apabila dokumen sudah siap, maka jaringan penyalur akan dipasang di sekitar TPA Sumur Batu," kata Reny pada Selasa (22/5).

Soal penentuan tarif harga beli listrik sudah diatur dalam pasal 11 di Perpres 35 Tahun 2018 sebesar 13,35 cent/kwh untuk besaran listrik berkapasitas 20 megawatt (MW) yang terkoneksi pada jaringan tegangan tinggi, sedang dan rendah.

Sementara untuk kapasitas lebih dari 20 MW yang terkoneksi pada jaringan tegangan tinggi dan menengah, dihargai berdasarkan perhitungan rumus 14,54-(0,076 x besaran kapasitas PLTSa yang dijual kepada PT PLN, Persero).

"Untuk perjanjian pembelian akan dilakukan oleh PLN pusat, sedangkan kami hanya berkoordinasi dengan pengelola," katanya.

Ilustrasi TPA Sumur Batu
Ilustrasi TPA Sumur Batu (Warta Kota)

Presiden Direktur PT NW Abadi, Tenno Sujarwanto menjelaskan, listrik olahan sampah belum diproduksi secara optimal, karena masih menunggu dokumen kontrak jual-beli listrik oleh PLN atau Power Purchase Agreement (PPA). Karena itu, listrik yang dihasilkan baru sebatas digunakan untuk keperluan operasional kantor.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved