Penjual Miras tidak Pernah Jera Meski Sering Picu Tawuran dan Kena Razia

Mereka diketahui membeli miras di banyak warung dan toko di Depok yang berada di pemukiman warga.

Penjual Miras tidak Pernah Jera Meski Sering Picu Tawuran dan Kena Razia
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Semua warung penjual miras di Depok sudah sering dirazia berdasarkan Perda Depok. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Iptu Winam Agus mengatakan sejumlah pemuda dan remaja yang sempat diamankan pihaknya karena melakukan tawuran, sebagian diantaranya diketahui dalam pengaruh minuman keras (miras).

Mereka diketahui membeli miras di banyak warung dan toko di Depok yang berada di pemukiman warga.

Padahal, kata Winam, dengan begitu maka para penjual itu dipastikan menjual miras secara ilegal dan melanggar Perda Kota Depok Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

"Semua warung penjual miras di Depok sudah sering kita razia, berdasar Perda Depok itu. Tapi, habis kami razia dan sita mirasnya, besok mereka akan tetap jual lagi," kata Winam, kepada Warta Kota, Selasa (22/5/2018).

Semua warung penjual miras di Depok sudah sering dirazia berdasarkan Perda Depok.
Semua warung penjual miras di Depok sudah sering dirazia berdasarkan Perda Depok. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Razia miras ini, kata Winam, juga cukup sering dilakukan Satpol PP Depok. 

Penjual miras kemudian diajukan ke meja hijau atau pengadilan, karena melakukan tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran Perda Depok.

Namun, mereka nampaknya tak juga kapok dan jera meski sudah diajukan ke pengadilan.

"Mungkin, Perdanya tidak menggigit dan tidak bikin kapok. Karena mungkin, sanksinya dendanya yang dijatuhkan pengadilan, ringan," kata Winam.

Dalam Perda Depok Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol serta Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum, diatur bahwa sanksi penjual miras ilegal atau yang tidak sesuai ketentuan adalah denda maksimal Rp 50 Juta dan atau hukuman kurungan maksimal 3 bulan.

Namun, kata Winam, denda yang diberikan pengadilan ke para penjual miras yang terjaring razia, selama ini maksimal hanya sekitar ratusan ribu rupiah saja, atau sekitar Rp 100 Ribu saja.

"Sanksi dendanya sangat ringan dan tak bikin jera. Padahal bisnis miras bikin penjualnya jadi kaya," kata Winam.


Karenanya, ke depan Winam berharap aturan sanksi denda dalm Perda Depok itu dipastikan cukup berat hingga dapat membuat penjual miras jera atau kesepakatan dengan pengadilan bahwa penjual miras mesti diberi sanksi denda yang besarannya cukup tinggi.

Sebelumnya,  Tim Jaguar Polresta Depok menyita sebaanyak 320 botol minuman keras (miras) pabrikan, serta 60 bungkus miras oplosan jenis ciu dan lece, dari warung di Terminal Kota Depok di Jalan Margonda Raya, Minggu (20/5/2018) dini hari.

Winam Agus menuturkan operasi miras di Terminal Depok dilakukan setelah sebelumnya Tim Jaguar mengamankan 6 pemuda tawuran di Sukmajaya, Depok.

Dari sana diketahui bahwa para pemuda yang tawuran itu, sebelumnya mengonsumsi miras, yang mereka beli di Terminal Depok.

"Karenanya, kita lakukan razia miras di Terminal Depok dan berhasil kami sita 320 botol miras dan 60 bungkus miras oplosan jenis ciu dan lece," kata Winam.

Menurut Winam, hampir setiap pemuda tawuran yang mereka amankan dan berpotensi melakukan tindak pidana, selalu dalam kondisi dipengaruhi miras.

"Ini artinya, miras menjadi salah satu pemicu perbuatan tindak pidana yang dilakukan pemuda atau pelaku," katanya.

Untuk hasil operasi di Terminal Depok ini kata Winam, diamankan pihaknya ke Mapolresta Depok untuk selanjutnya nanti dimusnahkan bersamaan dengan hasil razia miras lainnya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved