Dana Kompensasi Bau Bantar Gebang Cair dalam Minggu Ini

Menyusul sejumlah poin persyaratan yang belum diselesaikan Pemerintah Kota Bekasi sudah dirampungkan.

Dana Kompensasi Bau Bantar Gebang Cair dalam Minggu Ini
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kompensasi bau sampah di TPST Bantar Gebang. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Dana kemitraan statis atau kompensasi bau pembuangan sampah kepada warga di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi dipastikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno cair pekan ini.

Hal itu disampaikannya usai berdiskusi dengan jajarannya di Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (22/5/2018).

Dalam laporan Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta, sejumlah poin persyaratan yang belum diselesaikan Pemerintah Kota Bekasi sudah dirampungkan.

"Hari ini kita akan finalisasi, di minggu ini kita akan bayarkan karena kita sudah dapat berita dari Pemkot Bekasi mereka sudah hampir memfinalisasi laporan hasil penggunaan dana sebelumnya. Sehingga kita bisa menggelontorkan dana berikutnya untuk kompensasi," jelasnya kepada wartawan di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (22/5/2018).

Tidak hanya pencairan dana yang sering disebut uang bau, dirinya pun menyampaikan kabar baik soal pengelolaan TPST Bantar Gebang.

Korea Environment Corporation katanya bersedia berinvestasi dalam waktu dekat.

"Tadi baru bicara sama pak Asep diatas, kebetulan ada presentasi yg bagus sekali dari Korea Environment Corporation yang akan memberikan investasi di Bantargebang," ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, alasan mengapa dana kemitraan statis atau kompensasi bau pembuangan sampah kepada warga di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi belum tersalurkan diungkapkan Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI sudah, Premi Lasari karena terdapat empat poin persyaratan yang belum diselesaikan.

Persyaratan tersebut antara lain, Surat Rekomendasi yang ditujukan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Naskah Perjanjian Bantuan Keuangan (NPBK), fotokopi tanda terima Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Hibah yang diterima pada tahun 2017 dan fotokopi tanda terima audit bantuan hibah yang diterima pada tahun 2017.

Salah satu kompensasi atas TPST Bantargebang disebutkannya berupa bantuan langsung tunai, kewajiban Pemprov DKI Jakarta kepada warga sekitar bantar gebang yang terdampak langsung TPST yang mekanismenya melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov DKI Jakarta kepada pemerintah Kotamadya Bekasi.

"Kami berharap Pemkot Bekasi segera melakukan pengajuan pencairan Bankeu secepatnya," ungkapnya dihubungi pada Kamis (17/5/2018).

Pemprov DKI Jakarta lanjutnya, akan memberikan dana hibah sebesar Rp 202 miliar pada tahun 2018. Anggaran tersebut katanya telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun anggaran 2018.

"Tapi sampai saat ini Pemprov DKI belum dapat mencairkan anggaran tersebut karena pemerintah Kota Bekasi belum mengajukan proses pencairan. Kami telah mengundang rapat pemkot bekasi pada tanggal 7 Februari 2018 dengan agenda pencairan bankeu," ungkapnya dihubungi pada Kamis (17/5/2018) malam.

Dalam rapat tersebut, Pemkot Bekasi katanya masih harus melengkapi beberapa berkas yang diperlukan terkait proses pencairan dana hibah. Komunikasi pun terus dijalin terkait persyaratan tersebut, sehingga diharapkan proses pencairan Bankeu dapat segera terealisasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku

"Jika seluruh berkas lengkap dan sudah memenuhi persyaratan sesuai aturan maka segera Pemprov DKI akan melakukan proses pencairan," katanya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved