Membangun Kesadaran Pengguna Jalan Lebih Aman dan Selamat

Gerakan publik untuk membangun kesadaran pengguna jalan lebih aman dan selamat masih dibutuhkan.

Membangun Kesadaran Pengguna Jalan Lebih Aman dan Selamat
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Jarak Aman gelar Mini Road Safety Festival beberapa waktu lalu. 

WARTA KOTA, PALMERAH----Gerakan publik untuk membangun kesadaran pengguna jalan lebih aman dan selamat masih dibutuhkan.

Pasalnya, menurut Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), kesadaran itu diperlukan Indonesia guna memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan yang merenggut 70-an jiwa setiap hari.

Baca: Kunjungi SMK Binaan Honda, Jurnalis Belajar Safety Riding Offroad

"Kini gerakan mengkampanyekan kesadaran keselamatan jalan (road safety) bermunculan di masyarakat, termasuk di kalangan kelompok pengguna sepeda motor mengingat, sekitar 70 persen kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor. Semangat untuk itu perlu terus dipompa dan disinergikan," kata Edo beberapa waktu lalu.

Ahmad Muhibbuddin, Wakil Ketua Yayasan Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, untuk membangun kesadaran bersepeda motor yang aman dan selamat merupakan hal penting.

"Karena itu, kami juga mendukung kiprah Jarak Aman," kata Muhib, sapaan Ahmad Muhibbuddin.

Baca: Sebanyak 30.000 Driver Go-Jek Ikuti Program Safety Riding Rifat Sungkar

Sementara itu, Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat, Ahmad Yani, mengatakan, mendukung gerakan publik untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas jalan yang aman dan selamat.

"Pemerintah mendorong dan mendukung hal itu selain membangun angkutan umum yang aman, nyaman, dan selamat," katanya.

Baca: IMBI DKI Jakarta Akan Gelar Safety Riding Clinic

Sekadar diketahui, Jarak Aman adalah gerakan publik yang digulirkan sejak 2015 di Jakarta.

Dimotori sejumlah pekerja media massa, Jaringan ini menautkan elemen-elemen publik agar kampanye keselamatan jalan yang dilakukan lebih massif dan tersinergi.

"Sejak 2015 hingga kini kami mengusung tiga kegiatan utama, yakni sosialisasi, edukasi, dan advokasi," kata Edo. (ign)

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved