Pilgub Jawa Barat

Kampanye di Bekasi, Dedi Mulyadi Borong Dagangan Gorengan dan Sate Kikil Nenek Tua

Dedi Mulyadi melakukan kegiatan kampanyenya di Penggilingan Baru RT 03/05 Kelurahan Harapan Baru,

Kampanye di Bekasi, Dedi Mulyadi Borong Dagangan Gorengan dan Sate Kikil Nenek Tua
Warta Kota/Muhammad Azzam
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi saat melakukan kegiatan kampanyenya di Penggilingan Baru RT 03/05 Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (21/5/2018). 

CALON Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi melakukan kegiatan kampanyenya di Penggilingan Baru RT 03/05 Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (21/5/2018).

Dedi Mulyadi tiba pukul, 16.00, ia langsung naik keatas panggung menyapa warga. Saat atas dipanggung Dedi melihat dari kejauhan seorang nenek yang menjajakan dagangannya di tengah keramaian untuk maju keatas panggung

"Sini nenek yang di sana, naik ke atas panggung yuk. Saya mau ngobrol mau kenalan nih,"ajak Dedi.

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi saat melakukan kegiatan kampanyenya di Penggilingan Baru RT 03/05 Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (21/5/2018).
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi saat melakukan kegiatan kampanyenya di Penggilingan Baru RT 03/05 Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (21/5/2018). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Nenek itu tak kunjung maju, hingga akhirnya Dedi sendiri yang menjemputnya.

"Kenapa nek, sini engga usah takut. Saya mau borong dagangnya,"tutur Dedi.

Saat di panggung, Nenek asal Pekalongan itu berdialog dengan Dedi.

"Jualan kadang untung, kadang rugi. Tapi banyak ruginya," ujar nenek yang sudah tinggal belasan tahun di Kota Bekasi, ketika ditanya Dedi.

Nenek yang berjualan bakwan, sate kulit, dan pecel itu diborong dagangannya dengan harga Rp. 400 ribu. Dagangan nenek itu lalu dibagikan ke warga yang hadir.

"Ini biasa kalau laku semua kan 250 ribu, sini saya beli 400 ribu. Ini perjuangan meski tinggal bersama dengan anaknya yang sudah bekerja, tapi emak tidak ingin menyusahkan. Dia jualan untuk mencukupi kebutuhan sendiri," kata Kang Dedi.

Belajar dari emak-emak itu, menurut Dedi, emak tersebut adalah orang yang gigih. Tidak mau mengandalkan hasil tani dari suaminya di kampung halamannya. (m18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help