Maarif Institute: Tindak Tegas Pelaku Perusakan Rumah Warga Ahmadiyah di Lombok

Semua bentuk intoleransi terhadap komunitas yang berbeda tidak boleh dibiarkan dan dijadikan hal yang dianggap wajar.

Maarif Institute: Tindak Tegas Pelaku Perusakan Rumah Warga Ahmadiyah di Lombok
edunews.id
DIREKTUR Eksekutif Maarif Institute Muhd Abdullah Darraz 

MAARIF Institute menyatakan, perusakan rumah dan upaya pengusiran warga Ahmadiyah di Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, tak perlu terjadi. Terlebih, hal itu dilakukan saat Ramadan, bulan suci untuk umat Islam.

"Peristiwa intoleransi ini adalah bentuk teror dan telah merusak kesucian bulan Ramadan," kata Direktur Maarif Institute Muhd Abdullah Darraz dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Maarif Institute menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. Semua bentuk intoleransi terhadap komunitas yang berbeda tidak boleh dibiarkan dan dijadikan hal yang dianggap wajar.

Oleh karena itu, Maarif Institute mendesak aparat keamanan untuk tegas terhadap berbagai perilaku dan pelaku tindak intoleransi seperti yang terjadi kepada warga Ahmadiyah di Lombok.

"Polisi bertanggung jawab memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh warga negara, terutama ketika menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, sebagaimana diatur dalam konstitusi," kata dia.

"Negara harus hadir dalam memberikan jaminan keamanan dan juga rehabilitasi properti yang telah dirusak pelaku teror," imbuh Darraz.

Perusakan rumah dan upaya pengusiran terjadi pada warga Ahmadiyah di Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu (19/5/2018).

Peristiwa ini menyebabkan enam rumah rusak berat berikut benda perabotan rumah dan kendaraan bermotor. Sementara itu delapan keluarga diungsikan ke Polres Lombok Timur. (Yoga Sukmana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Diminta Tindak Pelaku Perusakan Rumah Warga Ahmadiyah di Lombok"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help