Empat Poin Penting Deklarasi Tokoh Agama dan Elemen Pemuda Lawan Radikalisme dan Terorisme

Sejumlah tokoh agama bersama elemen kepemudaan dan mahasiswa menggelar doa bersama dan deklarasi melawan paham radikalisme dan terorisme

Empat Poin Penting Deklarasi Tokoh Agama dan Elemen Pemuda Lawan Radikalisme dan Terorisme
Warta Kota/Mohamad Azzam
Sejumlah tokoh agama bersama elemen kepemudaan dan mahasiswa di Bekasi menggelar doa bersama dan deklarasi melawan paham radikalisme dan terorisme di halaman parkir Gereja Katolik Santo Bartolomeus, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu (19/5/2018) malam. 

SEJUMLAH tokoh agama bersama elemen kepemudaan dan mahasiswa di Bekasi menggelar doa bersama dan deklarasi melawan paham radikalisme dan terorisme di halaman parkir Gereja Katolik Santo Bartolomeus, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu (19/5/2018) malam.

Beberapa organisasi yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Forum Kerukunan Umat Beragama, GP Ansor, Pemuda Katolik Kota Bekasi, SAPMA Pemuda Pancasila, GMNI, HMI, GMKI, PMII dan KAMMI.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi, Halason mengungkapkan, kegiatan deklarasi ini dalam melawan paham radikalisme dan terorisme, dan juga sebagai ajang temu antar semua elemen untuk saling berkomitmen menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejumlah tokoh agama bersama elemen kepemudaan dan mahasiswa di Bekasi menggelar doa bersama dan deklarasi melawan paham radikalisme dan terorisme di halaman parkir Gereja Katolik Santo Bartolomeus, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu (19/5/2018) malam.
Sejumlah tokoh agama bersama elemen kepemudaan dan mahasiswa di Bekasi menggelar doa bersama dan deklarasi melawan paham radikalisme dan terorisme di halaman parkir Gereja Katolik Santo Bartolomeus, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu (19/5/2018) malam. (Warta Kota/Mohamad Azzam)

Ia membacakan empat poin deklarasi tersebut bersama dengan tokoh agama, perwakilan organisasi kemahasiswaan dan warga yang hadir.

Pertama, kata dia, mengawal dan turut membantu dalam setiap agenda hari besar agama seluruhnya. Kedua, memberikan pendidikan nation and character building di setiap sekolah di Kota Bekasi.

Ketiga, menjaga nilai persatuan dan kesatuan setiap umat beragama di Kota Bekasi. Yang keempat, menjaga nilai-nilai kemanusian dalam kerukunan umat beragama di Kota Bekasi.

"Semua pihak harus bersatu untuk melawan paham radikalisme dan terorisme. Sehingga akan tercipta keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata dia di Bekasi.

Sementara, Pengurus Badan Otonom di PCNU Kota Bekasi, Muhammad Misbah menilai aksi teror bom yang terjadi beberapa waktu kebelakang merupakan bentuk tindak kejahatan kemanusiaan yang luar biasa.

“Adanya kegiatan ini (doa bersama dan deklarasi) mari kita bergandeng tangan, bersatu padu, untuk bersama-sama menangkal, baik paham atau sikap-sikap radikalisme dan terorisme,” ujarnya.

Pimpinan Gereja Katolik Santo Bartolomeus, Kota Bekasi, Romo Gabriel R. Senda SVD menambahkan, semangat kebersamaan dan kesamaan pandangan untuk memberantas paham radikalisme dan terorisme perlu digalakan melalui aksi-aksi nyata persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus berantas, karena kami yakin ajaran radikal dan teror itu tidak diajarkan didalam agama manapun. Saling tolong menolong, saling membantu, itu harus sudah dilaksanakan,” tuturnya.

Selain deklarasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi bakar lilin sebagai bentuk keprihatinan atas aksi teror di sejumlah lokasi beberapa waktu kebelakang. (m18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved