Awas Dipecat, PNS yang Sembarangan Komen atau Beri Like

PNS yang ketahuan telribat ujaran kebencian bakal kena sanksi berat dari Badan Kepegawaian Negara yang menerima pengaduan masyarakat.

Awas Dipecat, PNS yang Sembarangan Komen atau Beri Like
Warta Kota/Henry Lopulalan
PNS mengikuti apel pagi. PNS yang terlibat ujarab kebencian kini terancam dipecat. 

BADAN Kepegawaian Negara (BKN) menerima pengaduan dari masyarakat atas keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam aktivitas ujaran kebencian yang memperkeruh situasi bangsa.

Untuk membantu pemerintah memberantas penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang bermuatan SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan), BKN meminta ASN agar tidak terlibat lagi dalam hal demikian dan menjalankan fungsinya sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014.

Oleh sebab itu, BKN mengimbau Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi Pusat dan Daerah supaya melarang ASN di lingkungannya menyampaikan dan menyebarkan ujaran kebencian, SARA dan hoax.

Selain itu, agar PPK memberikan arahan kepada ASN agar tetap menjaga integritas, loyalitas, dan berpegang pada empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

BKN mengeluarkan enam aktivitas ujaran kebencian yang termasuk dalam kategori pelanggaran disiplin ASN, seperti berikut:

1. Menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

2. Menyampaika pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras dan antar-golongan.

3. Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian (pada poin 1 dan 2) melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost instagram dan sejenisnya).

4. Mengadakan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi dan membenci Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Pemerintah.

5. Mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi dan membenci Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Pemerintah.

6. Menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju, pendapat sebagaimana pada poin 1 dan 2 dengan memberikan likes, dislike, love, retweet atau comment di media sosial.

ASN yang terbukti melakukan pelanggaran pada poin 1 sampai 4 dijatuhi hukuman disiplin berat. Sedangkan yang melalukan pelanggaran pada poin 5 dan 6 dijatuhi hukuman disiplin sedang atau ringan.

Penjatuhan hukuman disiplin tersebut tetap dengan mempertimbangkan latar belakang dan dampak perbuatan yang dilakuka oleh ASN tersebut.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help