Aksi Terorisme

Warga Surabaya Tolak Jenazah Pengebom Bunuh Diri, Tri Rismaharini Minta Fatwa ke MUI

Rencana pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri, mendapat penolakan dari sejumlah warga di Surabaya.

Warga Surabaya Tolak Jenazah Pengebom Bunuh Diri, Tri Rismaharini Minta Fatwa ke MUI
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Warga Putat Jaya, Surabaya, menutup lubang makam yang rencananya digunakan untuk mengubur jenazah keluarga pengebom tiga gereja. 

RENCANA pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri, mendapat penolakan dari sejumlah warga di Surabaya.

Beberapa pemakaman bahkan ditutup, sebagai bentuk keberatan warga. Kabar ini ternyata sudah sampai ke telinga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Memang saya mendengar warga menutup pemakaman untuk jenazah tersangka teroris. Mereka bahkan menyiapkan spanduk-spanduk untuk menolak," kata Risma usai acara Pengarahan Wali Kota Surabaya kepada Guru Agama se-Surabaya, di Convention Hall, Jumat (18/5/2018).

Baca: Tolak Jenazah Pengebom Tiga Gereja Surabaya, Warga Tutup Lubang Makam yang Sudah Disiapkan

Namun, Risma mengaku kesulitan dan tidak bisa berbuat apa-apa atas penolakan tersebut.

"Sekitar Kamis (17/5/2018) mau magrib Pak Kapolres telepon saya minta, 'Bu ini gimana?' Saya sampaikan, 'Pak saya enggak berani karena itu gesekannya besar'. Kalau gesekannya sama masyarakat itu kan berat saya," ungkap Risma.

Sebagai solusi, Risma mengaku sudah membuat surat ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia menunggu fatwa MUI dalam menanggapi jenazah pelaku bom di Surabaya.

Baca: Tri Rismaharini: Nalarku Enggak Sampai, Kita yang Mengandung, Disusui, Disuapi, Kemudian Diajak Mati

"Saya sudah membuat surat ke MUI fatwanya gimana. Kalau MUI ada fatwanya, saya bisa menjelaskan kepada masyarakat. Kalau enggak ada fatwa saya enggak berani, karena gimana mau dimakamkan di sana ternyata ada korban pengeboman, saya tunggu fatwa MUI," tegasnya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengatakan, alasan warga kuat tidak mengizinkan pemakaman bom bunuh diri, karena tindakan pelaku bom tidak manusiawi.

Informasi yang diperoleh SURYA.co.id, RS Bhayangkara sejatinya sudah siap menyerahkan para jenazah bom bunuh diri Surabaya-Sidoarjo.

Baca: Keluarga Tak Akui dan Ogah Ambil 13 Jenazah Bomber Surabaya dan Sidoarjo, Ini Sikap Polisi

Namun, warga sekitar tempat makam yang hendak dipakai untuk mengubur para korban menolak. Beberapa jenazah sempat hendak dimakamkan di makam Putat Gede Sawahan Surabaya, tapi ditolak warga.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved