Penertiban PKL

Penertiban PKL dan Bangunan Liar di Depok Bakal Jalan Terus saat Ramadan

Termasuk peringatan dan teguran, tetap kita layangkan ke pemilik bangli dan PKL liar, agar tertib.

Penertiban PKL dan Bangunan Liar di Depok Bakal Jalan Terus saat Ramadan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Pembongkaran paksa puluhan bangunan liar dan lapak pedagang kaki lima di Jalan Boulevard GDC, Depok, Kamis (15/2/2018). 

WARTA KOTA, DEPOK---Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok memastikan akan terus menertibkan sejumlah bangunan liar (bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) liar di sejumlah titik di Depok.

Penertiban itu bakal berjalan terus meskipun sudah memasuki Bulan Suci Ramadan.

Selain itu, Satpol PP Kota Depok akan terus melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat atau wilayah yang sudah 'dibersihkan' dari PKL dan bangli.

Baca: Giliran Lapak PKL dan Bangunan Liar di Jalan Kartini-Jalan Citayam Depok Bakal Dibongkar Paksa

Alasan pengawasan itu agar 'bunga trotoar' dan bangunan liar tidak tumbuh lagi di troator atau di tempat fasilitas umum dan fasilitas sosial di Kota Depok.

"Penertiban akan tetap dilakukan sesuai jadwal yang ada, meski Ramadan," kata Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto kepada Warta Kota, Jumat (18/5/2018).

"Termasuk peringatan dan teguran, tetap kita layangkan ke pemilik bangli dan PKL liar, agar tertib," ucapnya lagi.

Baca: Selama Ramadan dan Lebaran, Tempat Hiburan Malam di Depok Wajib Tutup Total

Menurutnya, saat Ramadan ini ada beberapa titik wilayah yang masih menjadi tempat berdagang para PKL dan bangunan liar.

Para PKL dan bangunan liar itu, kata Yayan, akan dilakukan penertiban oleh Satpol PP Kota Depok.

"Kami optimis penertiban, sekalipun dengan bongkar paksa akan berjalan kondusif," katanya.

Alasannya, sebelum dilakukan pembongkaran paksa atas lapak PKL atau bangunan liar, Satpol PP Kota Depok dipastikan sudah melayangkan peringatan dan teguran lebih dari tiga kali.

Teguran sebanyak tiga kali kepada pemilik lapak PKL dan bangunan liar itu, kata Yayan,  sebagai langkah persuasif atau membujuk.

"Namun jika memang dengan langkah persuasif itu bangli dan lapak PKL tetap ada, maka kita bongkar paksa," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help