Misi Persatuan Indonesia dalam 'Pragiwaksono World Tour 2018'

AKTOR, penyiar radio, penulis, dan sutradara Pandji Pragiwaksono (38) akan membuat sebuah konser stand up comedy.

Misi Persatuan Indonesia dalam 'Pragiwaksono World Tour 2018'
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
PANDJI Pragiwaksono bergaya saat berkunjung ke Redaksi Warta Kota di Palmerah, Jakarta, Jumat (18/5/2018). 

AKTOR, penyiar radio, penulis, dan sutradara Pandji Pragiwaksono (38) akan membuat sebuah konser stand up comedy, yang bertajuk 'Pragiwakson World Tour 2018'.

Konser stand up comedy tur dunianya itu akan digelar di sekitar 10 Kota di dunia, yakni Manila (Filipina), Shanghai (Cina), Guangzhu (Cina), Dusseldorf (Jerman), Amsterdam (Belanda), Nuremberg (Jerman), Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, dan lainnya yang rencananya dimulai pada Juli 2018 hingga 26 Januari 2019.

Dalam 'Pragiwaksono World Tour 2018', Pandji akan mengangkat cerita dirinya sejak kecil hingga sukses saat ini, yang tentunya akan menyangkut pautkan masalah Indonesia, dalam refleksi kehidupan nyatanya.

"Namanya Pragiwaksono, nama belakang saya. Jadi sebenarnya pertunjukan banyak ngebahasi kehidupan saya dari lahir sampai saya dewasa," kata Pandji Pragiwaksono ketika mengunjungi kantor Redaksi Warta Kota, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2018).

Awal mula kehidupan Pandji di Singapura, ia menjelaskan kehidupannya sangatlah menyatu dengan beberapa masyarakat yang berbeda negara, seperti Jepang, Inggris, dan Australia.

"Hidup sama berbeda warga negara, jadi kayak saya enggak ngerti identitas, kok orang plural banget.
Kemudian saya pindah ke Indonesia, dan saya angkat cerita pengalaman jatuh cinta pertama kali. Nembak cewek pertama kali sampai akhirnya menikah. Kerja di radio, televisi, terjun ke politik, dan sampai hari ini," ucapnya.

"Pragiwaksono itu autobiografi saya melalui standup. Jadi kayak nonton autobiografi gitu. Tapi Pragiwaksono itu kebijaksanaan. Saya mau cerita hal-hal yang terjadi dalam hidup saya yang membuat saya bersikap seperti ini," tambahnya.

Dalam 'Pragiwaksono World Tour 2018', Pandji menyisipkan pesan bahwa masyarakat Indonesia jangan mau untuk dipecah belah, dengan isu-isu sosial, politik, hingga radikalisme soal terorisme.

"Harapannya adalah kebijaksaanaan ini yang dibutuhkan Indonesia, supaya bisa terus maju menjadi sebuah bangsa. Karena kita gampang dipecah-pecah yah. Jadi ada banyak hal-hal dari kehidupan saya yang mau saya ceritain," jelasnya.

"Ada muatan tentang hal apa aja soal Indonesia jika kita mau tetap utuh sebagai sebuah bangsa. Karena saya ingin mengangkat persatuan Indonesia, yang selama ini persatuan dan perdamaian, hanya semata-mata untuk kelompoknya sendiri saja," sambungnya.

Alasan Pandji mengangkat cerita kehidupannya dalam konser tersebut, dikarenakan dia sudah membuat konser stand up sebanyak empat kali, yakni Bineka Tunggal Tawa (2011), Merdeka dalam Bercanda (2012), Masaknya Bangsaku (2013), Juru Bicara (2016).

"Empat ini saya tidak pernah ngomongin diri sendiri. Ngomonginnya ham, isu lingkungan, disfalitas ekonomi, perstuan dan agama.
Walaupun ceritakan soal saya, tapi saya akan memberiknan sesuatu hal dari apa yang pernah kita pakai sehari-hari. Untuk di tur kelima ini, kalau dihantarkan dengan cerita hidup, orang lebih mudah menerima gagasan itu," katanya.

Lanjut Pandji, 'Pragiwaksono World Tour 2018' ini akan dikemas selama 90 menit di setiap pertunjukan di berbagai Kota yang ia selenggarakan.

Untuk setiap kotanya, diakui Pandji konsep dan materinya tidak berubah. Namun hanya ditambahkan improvisasi saja dan melihat situasi serta kondisi penonton.

"Niatnya 1,5 jam, idealnya segitu. Tapi bisa jadi akan tembus, kemarin capai 2,5 jam. Saya sudah nulis materi kan cobain, sampai hari ini sudah 75 menit, tinggal 15 menit lagi dari target. Insya allah Juli sudah siap dan tinggal jalan," ujar Pandji Pragiwaksono.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help