Ketika Konsumen Menggugat Pembuat Bir soal Iklan Menyesatkan

Di seluruh dunia, tidak terbilang pecinta bir. Namun, putusan Pengadilan Federal Jerman punya putusan soal bir ini.

Ketika Konsumen Menggugat Pembuat Bir soal Iklan Menyesatkan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramahan
Ilustrasi minuman keras. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Di seluruh dunia, tidak terbilang pecinta bir. Namun, putusan Pengadilan Federal Jerman punya putusan soal bir ini.

Bir tidak dapat dipasarkan dengan pernyataan menguntungkan.

Putusan Pengadilan Federal Jerman itu diambil, Kamis (17/5/2018), setelah kelompok hak konsumen menggugat pembuat bir atas dasar iklan bohongnya, yang mengatakan bir memiliki manfaat kesehatan.

Baca: Polisi Kota Bekasi Bekuk 2 Penjual Minuman Keras Tanpa Izin

Kebuntuan dengan perusahaan bir Haerle di kota Jerman selatan, Leutkirch, dimulai ketika kelompok perlindungan konsumen Berlin menentang penggunaan kata Jerman bekoemmlich, yang menyiratkan kesehatan serta cita rasa.

Pengadilan Federal Jerman seperti dilansir Antaranews.com, Jumat (18/5/2018), mengukuhkan amar pengadilan lebih rendah bahwa kata itu tidak dapat digunakan dalam iklan untuk minuman mengandung lebih dari 1,2 persen alkohol.

Baca: Musnahkan 5.743 Botol Miras, Kota Bekasi Zero Miras Selama Ramadan

Pengadilan Jerman menyatakan bekoemmlich, yang tidak memiliki terjemahan langsung dalam bahasa Inggris tapi akan menjadi sesuatu yang mirip "sehat", lebih dari cita rasa bir.

"Istilah bekoemmlich dipahami warga terkait berarti 'sehat', 'bermanfaat', dan 'mudah dicerna'," kata pengadilan itu.

Baca: Jelang Ramadan, Polres Metro Bekasi Hancurkan 10.456 Botol Miras

Ketika digunakan untuk menggambarkan makanan, itu berarti bahwa barang tersebut mudah diserap dan ditenggang pencernaan sekalipun diminum untuk jangka panjang, kata pengadilan itu, dengan menambahkan bahwa bir kadang-kadang menyebabkan masalah kesehatan.

Jerman pernah menjadi konsumen terbesar bir di dunia dan terkenal akan pesta bir tahunannya, Oktoberfest, tapi turun 17 persen sejak 1993, tetapi pembuat bir berharap sepakbola Piala Dunia 2018, yang dimulai pada bulan depan, dapat mendorong kembali pertumbuhannya.

Baca: Ada Miras Impor dari 615 Botol yang Disita Satpol PP Depok

Pengadilan tertinggi Eropa Bersatu pada 2012 memutuskan, kata itu tidak dapat digunakan untuk memasarkan anggur.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help