30 Pedagang OK OCE Meriahkan Pusat Takjil Ramadan Danau Sunter

Ada berbagai macam takjil yang dijual oleh para pedagang mulai dari kurma, kolak, hingga gorengan.

30 Pedagang OK OCE Meriahkan Pusat Takjil Ramadan Danau Sunter
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad meninjau Pusat Takjil Ramadan di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/5). 

SEBANYAK 30 pedagang binaan One Kecamatan One Centre Enterpreneurship (OK OCE) memeriahkan Pusat Takjil Ramadan yang digelar di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/5).

Ada berbagai macam takjil yang dijual oleh para pedagang mulai dari kurma, kolak, hingga gorengan. Para pedagang berjualan terhitung mulai dari 18 Mei hingga 10 Juni 2018 mendatang setiap pukul 16.00-19.00 WIB.

Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad mengatakan kegiatan ini merupakan respon dari banyaknya masyarakat yang menunggu waktu berbuka puasa di kawasan Danau Sunter. Kondisi itu langsung disambut dengan menyediakan tempat bagi para penjual takjil.

“Ini menjdi pusat orang-orang untuk datang ke sini terutama sore hari, dan bulan puasa ini tentu banyak masyarakat yang nunggu buka puasa, istilahnya ngabuburit, maka kita respon dengan menghadirkan pedagang takjil,” katanya, Jumat (18/5).

Husein mengatakan para pedagang tersebut merupakan binaan OK OCE dimana mereka mendapatkan kesempatan untuk praktek di lokasi yang sebenarnya dengan bersinggungan langsung kepada masyarakat.

“Hari pertama memang belum begitu ramai tapi saya yakin dihari berikutnya pasti akan semakim ramai. Orang-orang akan semakin tahu bahwa di sini ada pusat takjil. Berbuka puasa di tepi danau dengan suasana yang indah, punya nuansa sendiri,” katanya.

Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan Jakarta Utara Arfian mengatakan saat ini total ada sebanyak 30 pedagang yang berjualan di kawasan Danau Sunter selama bulan puasa.

“Tapi bisa saja ditambah jika ada yang berminat untuk berjualan di sini. Kedepannya bukan nggak mungkin ada 50 pedagang. Mereka yang berjualan tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis, yang penting tertib,” katanya.

Salah seorang pedagang, Ais (31) mengatakan momen ini adalah kesempatan berharga untuk mengembangkan usaha kuliner yang dijalani. Pedagang takjil yang menjual nasi bakar, pie susu dan lain-lain itupun optimis akan meraup untuk selama berjualan.

“Biasanya sih dihari pertama nggak terlalu ramai karena ini masih awal, masyarakat juga belum pada tahu banget. Mungkin besok lebih banyak. Harapannya bisa jadi pengusaha sukses, pemerintahnya ikut dorong dan kitanya juga mau didorong,” ucapnya.

Sementara itu salah satu pembeli, Intan (29) menyambut baik adanya pusat takjil semacam ini. Pasalnya masyarakat mendapatkan banyak pilihan takjil yang akan disantap untuk berbuka puasa.

“Positif, jadi kalau lagi macet begini bisa beli di pinggir jalan. Harganya juga murah dan terjangkau. Sarannya sih lebih banyak lagi yang dijual biar lebih bervariasi sehingga kita semakin banyak pilihannya,” tuturnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved