VIDEO: Cewek Malaysia Simpan Ekstasi di Pembalut

Biasanya yang diselundupkan di dalam pembalut itu methamphetamine atau sabu," ujar

Jajaran Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang mengamankan seorang wanita berkewarganegaraan Malaysia. Tersangka diketahui bernama BS (27) yang menyelundupkan ribuan pil ekstasi di dalam selangkangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, Erwin Situmorang. Ia menjelaskan, pelaku menyelundupkan 1.470 butir pil ekstasi yang disembunyikan di dalam pembalut yang dikenakannya. 

"Ini merupakan modus yang tidak biasanya. Baru kali ini ditemukan penyelundupan ekstasi yang disembunyikan di dalam pembalut. Biasanya yang diselundupkan di dalam pembalut itu methamphetamine atau sabu," ujar Erwin saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (17/5/2018).

Ia menerangkan pengungkapan ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap tersangka yang merupakan penumpang Batik Air rute Kuala Lumpur - Jakarta pada Jumat (20/4/2018). 

 "Setelah dilakukan pemeriksaan badan, petugas kami mendapati penumpang tersebut membawa pil yang sudah dibungkus dengan plastik. Lalu disembunyikan dengan cara dilekatkan pada selangkangannya. berdasarkan pengujian, pil-pil tersebut positif mengandung narkotika jenis MDMA atau biasa disebut ekstasi," ucapnya.

Kepada petugas, pelaku mengaku dirinya diminta untuk membawa barang laknat tersebut ke Indonesia. Kemudian menuju ke sebuah hotel yang berlokasi di Jakarta Utara untuk menerima perintah selanjutnya. 

Petugas Bea Cukai selanjutnya berkoordinasi dengan Satuan Res Narkoba Polresta Bandara Soetta untuk melakukan controlled delivery. Kapolresta Bandara Soetta AKBP Victor Togi Tambunan menyebut tim gabungan langsung menuju hotel itu. 

"Sesampainya di lokasi, tersangka dihubungi oleh seseorang dengan nomor telepon berkode negara Malaysia. Lalu tersangka diminta untuk menyimpan barang tersebut di kamar hotel dan kemudian menitipkan kunci kamar kepada resepsionis," kata Victor.

Tak sampai di situ, pelaku pun diperintahkan untuk segera kembali ke Malaysia. Dan diberitahu bahwa akan ada seseorang yang mengambil barang tersebut ke kamar hotel. 

"Namun, sampai batas waktu check out hotel berakhir dan ditunggu setelah selang beberapa jam, tidak ada seorang pun yang datang untuk mengambil barang itu. Tim selaniutnya memutuskan untuk membawa tersangka dan barang bukti kembali ke kantor untuk proses penyidikan," ungkapnya.

Akibat perbuatannya itu tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandara Soetta. Pelaku dijerat Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Ancaman hukumannya kurungan penjara seumur hidup atau hukuman mati," papar Victor. (dik) 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help