Uang Kompensasi Bau Sampah Belum Dibayar, Warga Sekitar TPST Bantar Gebang Bakal Tutup TPST

Warga terdampak TPST Bantar Gebang belum menerima dana kompensasi bau sampah itu dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Uang Kompensasi Bau Sampah Belum Dibayar, Warga Sekitar TPST Bantar Gebang Bakal Tutup TPST
Warta Kota/Muhamad Azzam
Warga di sekitar TPST Bantargebang akan menutup area itu jika uang kompensasi bau sampah dari Pemprov DKI tidak dibayar. 

WARTA KOTA, BEKASI---Warga terdampak Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, belum juga menerima dana kompensasi bau sampah itu dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Warga sekitar TPST Bantar Gebang Kota Bekasi mengancam bakal tutup akses masuk truk sampah jika dana kompensasi bau belum cair.

Baca: Setahun Lebih, Aset TPST Bantargebang Belum Diserahkan ke DKI

"Harusnya awal April sudah cair, tapi ini belum cair. Kalau lama tidak cair-cair bakal kami tutup akses ke Bantar Gebang," kata Maryam (35), warga, Kamis (17/5/2018)

Maryam mengatakan, warga di tiga kelurahan di Bantargebang berhak atas kompensasi bau sampah TPST Bantar Gebang. Nilainya Rp 200.000 per bulan yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali atau per triwulan.

Baca: Nilai Pengelolaan TPST Bantargebang Alami Kemunduran, Legislator Bekasi Bakal Panggil Djarot

"Uang kompensi periode Januari-Maret senilai Rp 600.000 per keluarga belum juga cair. Harusnya kan April paling lambat cair," katanya.

Tajiri, Ketua Lembaga Pembedayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketing Udik, mengatakan, sudah menyampaikan keluh kesah warga kepada pengelola TPTS melalui pertemuan langsung yang dilakukan pada Rabu (16/5/201).

Baca: Pemprov DKI Klaim Hemat Anggaran hingga 40 Persen dengan Kelola TPST Bantargebang

"Rabu kemarin, kami sudah mediasi dan sampaikan agar dana kompensasi bau itu cepat cair. Kami kasih kesempatan paling tidak hari Jumat (18/5/2018). Jika belum juga bisa cair, warga memberikan kesempatan paling lambat sampai Senin (21/5/2018). Kalau belum juga bakal kami tutup TPST Bantar Gebang itu," kata Tajiri.

Untuk itu, warga berharap pemerintah baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi bisa menepati janji untuk memberikan dana kompensasi bau tepat waktu.

"Segeralah jangan banyak alasan. Masyarakat tidak mau tahu sistem administrasi, tahunya hak tepat waktu. Kami tidak menyalahi instansi Pemprov DKI atau Pemkot Bekasi, cuma kami menuntut hak yang biasa diberikan secara triwulan," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help