Tambah Empat Stafsus Tampung Relawan Kuras Keuangan Negara Bikin Rupiah Kian Melemah

Urusan kepentingan menampung orang-orang yang menjadi relawan dan sebagainya. Jadi itu bisa kategorinya abuse of power.

Tambah Empat Stafsus Tampung Relawan Kuras Keuangan Negara Bikin Rupiah Kian Melemah
Warta Kota
Ilustrasi. Penangkapan pemrotes Jokowi yang diinterupsi saat pidato karena protes kenaikan harga BBM dan pelemahan rupiah. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sejumlah kalangan mengecam upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus memberikan pekerjaan pada bekas tim sukses (timses) dan sejumlah pihak di Istana.

Hal itu dinilai tidak tepat di tengah merosotnya nilai rupiah dan semakin perkasanya USD meski di sejumlah negara, USD malah melemah.

Situasi ini dinilai tidak tepat, sehingga wajar sejumlah kalangan mengecam upaya Jokowi mengangkat empat stafsus yang menggerus anggaran negara karena setiap orang digaji dengan APBN dan diberikan fasilitas mewah.

Sementara itu, sebagaimana diulas Kompas.com, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai bahwa pengangkatan empat staf khusus Presiden Joko Widodo politis.

Tautan asal: Boros

Fadli mencurigai pengangkatan empat staf khusus tersebut hanya untuk membantu Jokowi saat menjadi calon presiden pada Pemilu 2019.

"Ini kan saya kira urusannya untuk tahun politik nanti. Kerja buat negara atau kerja untuk calon presiden?" kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Fadli mengatakan, Jokowi kerap membentuk badan di luar nomenklatur lembaga negara.

Salah satunya yakni Kantor Staf Presiden (KSP). Menurut Fadli keberadaan KSP juga melanggar nomenklatur lembaga negara.

Ia mengatakan bahwa semestinya KSP dibubarkan.

Wakil Ketua DPR ini pun menilai pembentukan badan dan pengangkatan staf khusus kepresidenan yang dilakukan Jokowi hanya untuk mengakomodasi relawan di kala pilpres.

"Apalagi ditambah ini, urusan kepentingan menampung orang-orang yang menjadi relawan dan sebagainya. Jadi itu bisa kategorinya abuse of power juga ya, menggunakan anggaran negara tapi bisa dipakai untuk kepentingan pribadi presiden, bukan lembaga kepresidenan," kata Fadli.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengangkat empat orang sebagai staf khusus presiden, Selasa (15/5/2018).

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, pengangkatan empat orang itu berdasarkan keputusan presiden.

"Presiden sudah menandatanganinya," ujar Pramono Anung di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (15/5/2018). 

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help