Polisi Siap Tindak Tegas Remaja Pemalak Sopir Truk di Jakarta Utara

Aksi pemalakan segerombolan remaja terjadi di Jalan RE Martadinata tidak jauh dari pintu keluar Tol Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, kemarin.

Polisi Siap Tindak Tegas Remaja Pemalak Sopir Truk di Jakarta Utara
ISTIMEWA
Aksi pemalakan segerombolan remaja di Jalan RE Martadinata tidak jauh dari pintu keluar Tol Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (16/5/2018). 

APARAT kepolisian siap menindak tegas segerombolan remaja yang melakukan aksi pemalakan di Jalan RE Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (16/5/2018) kemarin.

Sebab, tindakan mereka meresahkan sopir kontainer yang melintas di lokasi. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febriansyah mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkonsentrasi pada pengamanan obyek vital di Jakarta Utara terkait aksi terorisme. Namun demikian, pihaknya siap menindak tegas remaja tersebut.

“Kita akan tindak tegas mereka, dan saya juga sudah menginfokan Kapolsek Pademangan serta Kanit Reskrim untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya," ujar Febriansyah, Kamis (17/5/2018).

Baca: Saat Warga Jakarta Terlelap, Road Sweeper Bersihkan Jalan Protokol Ibu Kota Setiap Malam

Kapolsek Pademangan Kompol Sri Suhartatik mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan secara intensif terhadap aksi remaja yang melakukan pemalakan, khususnya di wilayah permukiman maupun jalan protokol.

“Kami akan melakukan tindakan preventif dan persuasif. Kami juga baru mengamankan empat remaja berusia 15-16 tahun yang membawa panah yang diduga akan tawuran di Jalan Tongkol, dini hari tadi,” ungkap Sri.

Aksi pemalakan segerombolan remaja terjadi di Jalan RE Martadinata tidak jauh dari pintu keluar Tol Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, kemarin. Mereka meminta sejumlah uang kepada sopir truk kontainer yang melintas.

Baca: Bandara Kertajati Siap Layani Penerbangan Haji dan Arus Mudik Lebaran Tahun Ini

Seorang sopir truk kontainer, Santoso (36), mengaku kena palak sekelompok remaja tersebut sebesar Rp 10 ribu. Santoso tidak dapat berbuat banyak karena dirinya berada dalam ancaman senjata tajam.

“Kalau enggak ngasih, mereka mengancam pakai pisau. Mereka mintanya antara Rp 10-20 ribu. Jadi kita enggak bisa apa-apa, pasrah saja. Biasanya mereka memanfaatkan kondisi jalanan yang macet supaya bisa leluasa beraksi,” papar Santoso. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved