Ramadan 2018

Penyandang Masalah Sosial Bakal 'Digaruk' Petugas ke Seluruh Penjuru Kota Selama Ramadan

Telah terjadi pergeseran sebaran PMKS yang telah berpindah ke pemukiman dan tempat-tempat umum

Penyandang Masalah Sosial Bakal 'Digaruk' Petugas ke Seluruh Penjuru Kota Selama Ramadan
Istimewa
Penyandang Masalah Sosial (PMKS) yang terjaring razia oleh petugas Dinas Sosial DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Saat Ramadan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) marak di Ibukota DKI Jakarta.

Untuk mengendalikan dan menanggulangi PMKS, petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) di lima wilayah administrasi DKI Jakarta meningkatkan intensitas penjangkauan.

PMKS ini kerap berada di sekitar tempat ibadah, jembatan penyeberangan orang (JPO), stasiun kereta api, lampu merah, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan pusat-pusat keramaian di Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, saat ini terdapat 284 titik rawan PMKS yang tersebar di lima wilayah.

"Dari pemetaan yang telah dilakukan, telah terjadi pergeseran sebaran PMKS yang telah berpindah ke pemukiman dan tempat-tempat umum," tutur Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Masrokhan, seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima Warta Kota, Kamis (17/5/2018).

Baca: Jelang Ramadan, Sudin Sosial Jakarta Utara Gelar Razia PMKS

Sebagai salah satu langkah antisipasi untuk menangani PMKS, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Koordinasi itu dilakukan untuk menjangkau PMKS yang berada di sekitar tempat ibadah.

"Penjangkauan PMKS ini akan dilakukan dengan cara yang humanis, simpatik dan kondusif. Penanganannya harus dilakukan dengan cepat, tepat dan terkoordinasi dengan baik," katanya.

Data PMKS yang telah dijangkau petugas selama periode Januari-April 2017 sebanyak 3.217 orang.

Baca: Sandiaga Bakal Sediakan Makanan Berbuka Puasa untuk PMKS di Masjid

Sedangkan pada periode yang sama tahun 2018, ada sekitar 1.751 orang PMKS.

Dari data tersebu, terjadi penurunan yang signifikan pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017.

"Di samping tingginya intensitas penjangkauan oleh petugas, juga karena adanya kebijakan pemerintah pusat dalam menangani permasalahan sosial di daerah," ucapnya.

"Sehingga warga daerah tidak banyak yang berbondong-bondong datang ke Jakarta," ucap Masrokhan.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved