Ramadan 2018

Inilah Penjelasan Lengkap Setan Dibelenggu dan Pintu Surga Dibuka di Bulan Ramadan

Pada bulan ini, setan-setan dibelenggu (shuffidatusy syayathin), pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup.

Inilah Penjelasan Lengkap Setan Dibelenggu dan Pintu Surga Dibuka di Bulan Ramadan
nu.or.id
Ilustrasi 

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Sebelumnya saya minta maaf, saya mau menanyakan tentang makna atau maksud yang sebenarnya hadits yang sering dikutip oleh para penceramah ketika bulan Ramadan di mana ketika bulan Ramadhan datang maka pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.

Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Ahmad Saputra/Serang)

Baca: Aliran Air Bersih ke Pelanggan PDAM di 4 Kecamatan di Depok Terhenti Sejak Pagi hingga Sore

Baca: Ini Curhat Sandiaga Ketika Agendanya Digunting dan Tak Ada Wartawan Meliput

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya dan pembaca yang budiman, semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

Sebagaimana kita ketahui bahwa bulan Ramadan merupakan bulan istimewa karena pada bulan tersebut seluruh umat Islam yang telah memenuhi syarat diwajibkan untuk menjalankan puasa.

Karena itu maka bulan Ramadan disebut juga syahrush shiyam (Bulan Puasa).

Pada bulan itu menurut riwayat yang ada, setan-setan dibelenggu (shuffidatusy syayathin), pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup. Dalam riwayat lain dengan redaksi sulsilatisy syayathin.

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

Artinya, “Ketika masuk bulan Ramadan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup,” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca: Uang Kompensasi Bau Sampah Belum Dibayar, Warga Sekitar TPST Bantar Gebang Bakal Tutup TPST

Baca: Pertamina MOR III Menyiapkan Penambahan Stok dan Fasilitas Pendukung Kesediaan Suplai BBM dan LPG

Lantas bagaimana maksud hadits di atas? Banyak para ulama mengajukan penjelasan soal makna hadits tersebut.

Halaman
123
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help