Home »

News

» Jakarta

Garuda Indonesia Akhirnya Diseret ke Pengadilan Oleh Penumpangnya Sendiri

Gugatan B.R.A. Koosmariam Djatikusumo, seorang penumpang yang tersiram air panas di pesawat Garuda Indonesia akhirnya disidangkan

Garuda Indonesia Akhirnya Diseret ke Pengadilan Oleh Penumpangnya Sendiri
Warta Kota/Hamdi Putra
Koesmariam Djatikusumo (tengah) bersama kuasa hukumnya, David Tobing (kanan), Jum'at (13/4/2018). 

GUGATAN B.R.A. Koosmariam Djatikusumo, seorang penumpang yang tersiram air panas di pesawat Garuda Indonesia akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Pada Sidang ini para pihak hadir diwakili oleh kuasa hukumnya masing-masing. Penggugat diwakili oleh Chandra Hutabarat dari kantor hukum ADAMS & CO Counsellors-at-Law sedangkan Garuda Indonesia selaku Tergugat diwakili kuasa hukumnya dari kantor hukum Assegaf Hamzah & Partners.

Sidang dipimpin oleh Marulak Purba, selaku Ketua Majelis Hakim serta Titik Tejaningsih dan Agustinus Setya Wahyu selaku hakim anggota.

Sidang dimulai dengan agenda pemeriksaan kelengkapan berkas surat kuasa masing-masing pihak yang kemudian oleh majelis hakim telah dinyatakan lengkap.

Kemudian Majelis Hakim menetapkan bahwa agenda sidang selanjutnya adalah mediasi. Masing-masing pihak baik Penggugat dan Tergugat sepakat untuk menyerahkan kepada Majelis Hakim dalam penunjukkan Mediator.

Sidang Mediasi akan dilakukan pada Kamis, 24 Mei 2018 pukul 09.00 WIB di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Majelis Hakim mengingatkan kepada para pihak untuk beritikad baik dalam proses mediasi dengan konsekuensi apabila pihak penggugat tidak beritikad baik maka gugatan dinyatakan tidak dapat diterima sedangkan apabila tergugat tidak bertikad baik maka diwajibkan untuk membaya biaya perkara mediasi." Ujar
Marulak Purba dalam rilis yang diterima Warta Kota, Kamis (17/5/2018).

Chandra Hutabarat selaku kuasa hukum penggugat menyatakan bahwa pihak penggugat menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim dalam hal penunjukkan mediator dan akan menghadirkan Koesmariam Djatikusumo sebagai pemberi kuasa dalam agenda sidang mediasi.

Koesmariam Djatikusumo melalui kuasa hukumnya mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 215/PDT.G/2018/PN.JKT.PST.

Sebelumnya pada tanggal 29 Desember 2017, Penggugat selaku penumpang maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-264 dengan rute dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, menuju Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.

Yang bersangkutan dirugikan akibat tindakan pramugari Garuda Indonesia yang pada saat Meal and Beverage serving menumpahkan 2 (dua) gelas air panas hingga mengguyur tubuh penggugat yang mengakibatkan penggugat mengalami cacat tetap.

Dengan mengacu ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara, penggugat meminta Garuda Indonesia untuk bertanggungjawab untuk memberikan ganti rugi materiil sebesar Rp1.250.000.000,- (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) dan ganti rugi immateriil sebesar Rp10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah). (M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help