Piala Thomas Uber 2018

PBSI Harapkan Berkah Ramadhan untuk Tim Thomas Uber

Di Thailand nanti, tim Indonesia berharap dapat kembali membawa pulang Piala Thomas dan Uber kembali ke Indonesia.

PBSI Harapkan Berkah Ramadhan untuk Tim Thomas Uber
PBSI
Tim Thomas Uber Indonesia 

PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berharap bulan Ramadan 1439 Hijriah, memberi berkah pada tim Indonesia dalam Piala Thomas dan Uber 2018 yang akan dihelat pada 20-27 Mei 2018 mendatang di Thailand. 

"Dengan berbarengannya turnamen bulu tangkis ini bersama bulan ramadan, semoga bulan suci penuh keberkahan ini bisa membawa berkah bagi tim Indonesia untuk membawa hasil lebih baik di Thomas dan Uber," kata Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto dikutip dari Antaranews.

Tim Indonesia sendiri bertolak ke Thailand untuk berlaga di Thomas/Uber dengan menggunakan maskapai Thai Airways pada pukul 12.35 WIB dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Meski berangkat hari ini, tim Thomas Indonesia sendiri baru akan bertanding pada Minggu (20/5/2018) dan tim Uber pada Senin (21/5/2018) yang berarti ada jeda waktu sekitar empat sampai lima hari yang dikatakan Budiharto akan tetap mereka manfaatkan untuk mempersiapkan kondisi para pemain. 

"Jadi pasti untuk menjaga kondisi ada latihan, kebetulan jadwal latihan sudah keluar, besok di practice hall. Tempat latihan ada dua, di practice hall atau di main hall, dua-duanya sudah ada jadwal," kata Budiharto yang juga merupakan ketua kontingen tim Indonesia itu. 

Di Thailand nanti, tim Indonesia berharap dapat kembali membawa pulang Piala Thomas dan Uber kembali ke Indonesia.

Baca: Persija Jakarta Incar Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim

Piala Thomas dan Uber terakhir diraih Indonesia masing-masing pada 2002 dan 1996 dan dalam turnamen terakhir, Indonesia hanya meraih posisi runner-up untuk tim Piala Thomas.

"Harapannya tentu kami ingin bawa pulang piala, karena sudah terlalu lama. Meski kami tahu tidak akan mudah tapi kami selalu optimistis bisa membuat prestasi yang lebih baik dari sebelumnya," ucap Budi. 

Kans Indonesia bisa dikatakan tidak begitu mudah mengingat baik tim Thomas maupun tim Uber Indonesia akan menghadapi lawan yang bukan semenjana.

Tim Thomas tergabung bersama dengan Korea Selatan, Kanada, dan tuan rumah Thailand. 

"Thomas dengan Kanada rasanya bisa. Thailand sedikit berjuang karena mereka tuan rumah sehingga akan mati-matian. Kemudian penentuan berebut juara grup adalah dengan Korea Selatan jadi praktis persaingan di Thomas kita bisa lihat peta cukup merata dengan kami. Di luar Indonesia yang harus diperhatikan pasti China, kemudian Jepang, kalau Korea Selatan dengan pemain mudanya, juga harus berjuang keras" ujar Budi. 

Adapun untuk Uber, Indonesia yang tergabung dengan juara bertahan China, juga Malaysia dan Prancis, diaebutkan oleh Budi, harus berjuang sejak fase awal turnamen. 

"Mereka harus berjuang dari awal, dengan Prancis juga harus hati-hati. Dengan Malaysia akan menentukan apakah langkah berikutnya mudah atau terjal. Dan terakhir berhadapan dengan China, semoga bisa terlewati dan menang seperti pengalaman di Alor Setar dalam Kejuaraan Asia lalu yang membuat tim putri lebih percaya diri kini," ucap Budi. 

Tim Indonesia yang akan berlatih dan bertanding di Thailand saat tengah bulan ramadan, Budi mengatakan kondisi tim saat ini sudah baik, siap bertarung dan sudah siap beradaptasi di Bangkok nanti dan menyerahkan keputusan untuk ibadah puasa bagi mereka yang muslim, pada masing-masing individu dalam tim.

"Keputusan puasa atau tidak diserahkan kepada masing-masing setelah berkonsultasi dengan pelatih karena mereka sendiri yang paling tahu kondisi tubuhnya,  yang jelas seluruh tim sudah siap," kata Budi.

Rombongan Indonesia berjumlah 45 orang, terdiri atas 20 atlet putra-putri, pelatih, pelatih fisik, fisioterapis, tim dokter, juga tim pendukung lainnya.

Tim Thomas Indonesia berada di grup B sedangkan tim Uber masuk ke grup D.

Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help