Aksi Terorisme

Jokowi Tertarik Bentuk Kembali Komando Operasi Khusus Gabungan untuk Tanggulangi Terorisme

Hal itu diutarakan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko kepada awak media di Istana Wakil Presiden, Rabu (16/5/2018).

Jokowi Tertarik Bentuk Kembali Komando Operasi Khusus Gabungan untuk Tanggulangi Terorisme
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU FIRMANSYAH
Jenderal TNI Purn Moeldoko, selaku Ketua Dewan Pembina KSI, Melepas 66 peserta sepeda tour de Cijantung Batujajar. 

PEMERINTAH mempertimbangkan membentuk kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab), dalam rangka penanggulangan terorisme di Tanah Air.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko kepada awak media di Istana Wakil Presiden, Rabu (16/5/2018).

"Satuan teror tersebut (Komando Operasi Khusus Gabungan) akan diisi prajurit-prajurit terpilih dari satuan-satuan anti teror Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU," kata Moeldoko.

Baca: Sat Gultor 81 Kopassus Disiapkan untuk Bantu Polri Tumpas Teroris

"Saya laporan ke Presiden kemarin, beliau tertarik, nanti kita akan bicara ke Panglima," tambahnya.

Beliau juga memastikan bahwa TNI akan dilibatkan dalam penumpasan aksi terorisme, namun tergantung spektrumnya.

"Pelibatan TNI tergantung spektrumnya. Kalau sudah menuju medium sampai high intencity ya di situlah kira-kira pelibatannya," jelas Moeldoko.

Koopssusgab dibentuk oleh Moeldoko saat menjabat panglima TNI. Pasukan ini berjumlah 90 orang dari prajurit-prajurit terpilih dari satuan-satuan antiteror yang dimiliki oleh pasukan khusus di tiga matra TNI, yaitu dari Satuan 81 Gultor Kopassus TNI AD, Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL, dan Satuan Bravo (Satbravo) Pasukan Khas TNI AU. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help