Aksi Terorisme

Sam Aliano: Saya Mau Otak Teroris Digantung di Monas, Saya Kasih Rp 1 M yang Bisa Tangkap

Dia juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan ikut berpartisipasi dalam memerangi teroris dengan membantu pihak kepolisian.

Sam Aliano: Saya Mau Otak Teroris Digantung di Monas, Saya Kasih Rp 1 M yang Bisa Tangkap
TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Sam Aliano mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2019, di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018). 

BAKAL calon Presiden Sam Aliano akan memberikan hadiah berupa uang sebesar Rp 1 Miliar kepada warga yang berhasil mendapatkan otak dari para teroris dengan melaporkannya kepada pihak Kepolisian.

Dia juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan ikut berpartisipasi dalam memerangi teroris dengan membantu pihak kepolisian.

"Saya ingin otak teroris digantung di Monas, saya akan berikan Rp 1 miliar hadiah kepada warga yang bisa menyerahkan otak teroris kepada pihak kepolisian 1x24 jam. Saya harap segera tangkap sebelum otak teroris kabur ke luar negeri," katanya kepada wartawan di kawasan Tanah Abang, Senin (14/5/2018) malam.

Tokoh politikus muda tersebut mengutuk keras aksi para teroris, baik yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, maupun aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.

Sam bahkan mengaku sangat benci dengan pelaku bom yang diduga anggota slam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah mengorbankan warga sipil dan aparat kepolisian.

"Saya benci sama ISIS. Saya tidak takut dengan ISIS, ISIS kalau berani lawan saya saja, jangan lawan warga sipil yang tidak bersalah," kata Sam.

Lebih lanjut, Ketua Pengusaha Indonesia Muda tersebut juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Kepolisian dan pihak Intelijen Indonesia.

Baca: Inilah Kenapa Surabaya Jadi Sasaran Teroris?

Baca: Sejak Awal Keluarga Tidak Pernah Merestui Pernikahan Pasangan Teroris karena Sifatnya Menutup Diri

Baca: Hakim Sampai Geleng-Geleng Kepala Dengar Cara Ngeles Jennifer Dunn

Dirinya menilai kedua lembaga ini sebagai pahlawan yang telah menciptkan rasa aman bagi masyarakat Indonesia.

"Saya bangga dengan Kepolisian RI, terutama kepada Pak Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan dan jajarannya. Saya anggap mereka pahlawan, karena mereka menciptkan Indonesia aman dan damai," katanya.

Baca: Gunakan Bom Jenis Mother Of Satan, Kapolri Sebut Sering Digunakan Anggota ISIS di Suriah

Lebih lanjut, Sam juga menegaskan bahwa pelaku aksi teror bom di Surabaya adalah orang yang tidak beragama. Dan mereka itu adalah ISIS.

"Perbuatan ini tidak dilakukan oleh   orang yang beragama Islam, perbuatan ini dilakukan oleh ISIS, ISIS adalah Al-qaeda, Al-qaeda adalah wahabi, Wahabi bukan agama Islam, Wahabi adalah agama buat-buatan," kata Sam.

Tidak hanya mengutuk keras aksi teror bom tersebut, Sam juga bersama dengan artis Billy Syahputra berencana akan membantu keluarga dan korban di Surabaya. 

"Dalam waktu dekat, kalau ada waktu saya akan hadir bersama Sam. Saya tergerak karena banyak korban yang tidak bersalah. Mudah-mudahan dengan kejadian ini ada hikmahnya. Kita berharap para korban dilapangkan kuburnya," kata Billy Syahputra.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved