Milenial Mulai Lirik Investasi Properti, Ini Buktinya

"Meski bukan hunian idamannya, saat mampu membeli sebuah properti, maka mereka akan berpikir itu sebagai bentuk investasi.."

Milenial Mulai Lirik Investasi Properti, Ini Buktinya
Istimewa
Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, sedang memaparkan hasil Sentiment Survey H-I/2018 di kantor Rumah123 di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018). 

GENERASI milenial identik dengan pola hidup konsumtif, pragmatis dan kurang cermat mengatur keuangan. Namun tren ini sudah mulai mengalami sedikit pergeseran. Mereka sudah mulai berpikir untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk investasi di bidang properti.

Tren ini terbaca dari sentiment survey Rumah123 pada 13 Maret – 27 April 2018 lalu. Sentiment Survey H-I/2018 inimelibatkan 1.922 responden dari Jabodetabek dan beberapa kota besarlainnya di Pulau Jawa.

Data survei ini menunjukkan bahwa 60,32% milenial di rentang usia 22-28 tahun mencari hunian sebagai bentukinvestasinya. Sementara 39, 68% lainnya belum berencana sedikitpun.  Sementara, di rentangusia 29-35 tahun ada 75% milenial yang mulai mencari hunian investasi.

“Responden milenial sudah cukup sadar bahwa properti memiliki return yang bagus. Jadi, meski bukan hunian idamannya, saat mampu membeli sebuah properti, maka mereka akan berpikir itu sebagai bentuk investasi,” ujar Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, dalam pemaparan Sentiment  Survey H-I/2018 di kantorRumah123 di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).

Meski baru membeli properti untuk kali pertama, milenial sudah menggolongkan dirinya sebagai investor, bukan lagi first home buyer.

“Properti yang dipilih kaum milenial untuk investasi umumnya apartemen. Apartemen lebih terjangkau dari sisi harga. Lokasi yang lebih strategis juga memungkinkan apartemen mudah untuk disewa atau dijual. Sementara rumah tapak baru akan dibeli jika mereka benar-benar ingin menetap,” papar  Untung.

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, sedang memaparkan hasil Sentiment Survey H-I/2018 di kantor Rumah123 di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).
Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, sedang memaparkan hasil Sentiment Survey H-I/2018 di kantor Rumah123 di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018). (Istimewa)

Rumah Warisan

Dalam sentiment survey kali ini, Rumah123 juga menemukan fakta bahwa nyaris 45 persen penduduk Jakarta tidak tinggal di rumah yang mereka bisa beli sendiri. Berdasarkan data yang diolah tim Business Intelligent Rumah123, meski tinggal di rumah yang berlabel milik sendiri, hunian tersebut didapat dari hasil warisan keluarga.

“Betul, pengakuan tinggal di rumahsendiri, namun rumah tersebut mereka peroleh dari warisan. Bukan dibeli dengan uang mereka sendiri. Ada 44,66% warga Jakarta yang masih tinggal di rumah milik orang tua, rumah warisan atau pun rumah dinas. Sementara di kawasan Bodetabek jumlahnya menurun di angka 33,89%,” lanjut Untung.

Salah satu kendala yang cukup menghambat warga untuk memiliki rumah adalah uang muka (DP). Berdasarkan data, besaran uang muka atau down payment (DP) masih menjadi momok di semua kelompok penghasilan

 “Mereka yang memiliki penghasilan bulanan baik di bawah atau di atas Rp 10 juta tetap kesulitan membayar DP. Jadi kurang tepat jika berpikir hanya mereka dengan penghasilan kecil yang kesulitan menyediakan dana untuk pembayaran DP,”imbuhnya.

Jika mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan kesulitan membayar DP lantaran kurangnya penghasilan, berbeda dengan yang di atas Rp10 juta. Golongan berpenghasilan terbilang besar ini cenderung kesulitan membayar DP karena “terlilit” utang. Sebut saja credit card, Kredit TanpaAgunan (KTA), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Pola pikir pragmatis juga cukup mewarnai keputusan pembelian properti dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini cenderung terjadi pada masyarakat di golongan penghasilan di bawah Rp 10 juta yang rela membayar cicilan dengan bunga lebih tinggi selama proses pengajuannya tidak terlalu sulit. 

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help