Dua Korban Kebakaran di Bekasi Tewas Dalam Posisi Berpelukan

Rodiah (37), ibu korban, menceritakan sempat bertemu dengan anaknya sebelum tewas terbakar.

Dua Korban Kebakaran di Bekasi Tewas Dalam Posisi Berpelukan
Warta Kota/Muhamad Azzam
Rodiah (kiri) dan Dedi Arifin, orangtua dari Dhea Novealia yang tewas terbakar. Dhea menjadi korban kebakaran yang terjadi di Perum Kranggan Permai, Jalan Rajawali 12 Blok RR 9 No 2 RT 17 RW 15, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Selasa (15/5/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI---Api melahap habis satu rumah di Perum Kranggan Permai, Jalan Rajawali 12 Blok RR 9 No 2 RT 17 RW 15, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Selasa (15/5/2018).

Pemilik rumah dan keempat anaknya berhasil menyelamatkan diri, sementara dua orang pembantu rumah tangga hangus terpanggang dalam posisi berpelukan.

Baca: Kebakaran di Cijantung Diduga Akibat Ulah Seorang Warga yang Alami Gangguan Jiwa

Rodiah (37), ibu korban, menceritakan sempat bertemu dengan anaknya sebelum tewas terbakar.

"Malamnya sempat ke rumah dulu, anak saya bawa cassan (charger telepon seluler) di rumah. Enggak tahunya besoknya pas subuh anak saya meninggal jadi korban kebakaran ditempat kerjanya. Saya lihat langsung anak saya tewas dalam posisi berpelukan dengan temannya di kamar lantai dua," kata Rodiah saat ditemui di rumah korban di Gang Asem RW 01, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Selasa (15/5/2018).

Rodiah mengatakan, Dhea Novealia (15) merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Dhea baru satu bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah yang terbakar tersebut.

Bahkan ia juga baru tiga bulan menempati kontrakan baru di wilayah itu.

"Anak saya tiga, Dhea anak pertama, adiknya satu cewek lima tahun dan adiknya baru tiga tahun. Anaknya saya belum lama kerja dis ana. Anak saya dapat tawaran kerja karena saya jaga warung dekat salon pemilik rumah itu. Anak saya putus sekolah karena enggak mampu bayar untuk meneruskan sekolahnya," kata Rodiah.

Baca: Satu Rumah di Perum Kranggan Permai Bekasi Kebakaran, Dua Asisten Rumah Tangga Tewas

Rodiah mengatakan, sebenarnya sudah melarang anaknya bekerja, tetapi anaknya memaksa karena ingin membeli telepon seluler dan membantu orangtua.

"Saya sudah larang jangan kerja, umurnya masih kecil. Anak saya memaksa karena mau beli ponsel. Soalnya saya dan bapaknya enggak bisa belikan ponsel. Terus anaknya saya bilang biar pas Lebaran punya uang bisa kasih uang ke ibu," kata Rodiah.

Baca: Kebakaran di Tanah Sereal Kota Bogor Tewaskan Satu Orang

Rodiah mengatakna, saat ini anaknya belum dimakamkan karena masih berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk dilakukan autopsi.

Rencananya setelah dipulangkan, jenazah akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon. Sementara temannya akan dimakamkan di kampung halamannya di Boyolali, Jawa Tengah.

Baca: Tragedi Kebakaran Pemukiman Padat di Bandung Renggut 1 Jiwa dan 4 Luka

"Belum dimakamkan, ini lagi masih di RS Polri. Rencananya nanti mau dimakamkan di dekat sini TPU Pondok Ranggon. Semua biaya pemakaman ditanggung pemilik rumah," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help