Jangan Membersihkan Vagina dengan Sabun

Satu hal yang harus diingat, makin aktif, makin lembap pula daerah kewanitaan.

Jangan Membersihkan Vagina dengan Sabun
Grid.Id
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH---Perempuan zaman sekarang lekat dengan gaya hidup aktif dan dinamis. Satu hal yang harus diingat, makin aktif, makin lembap pula daerah kewanitaan.

"Vagina adalah saluran yang menghubungkan alat genital perempuan bagian dalam dengan luar. Vagina menghasilkan cairan atau sekret yang sebenarnya bermanfaat," kata pakar kandungan dan reproduksi, dr Neni Anggraeni SpOG, beberapa waktu lalu.

Baca: Mengembangkan Bisnis Peremajaan Miss V

Fungsi sekret vagina antara lain menjaga kelembapan vagina tetap normal, tidak terlalu kering, sekaligus membuang keluar kotoran yang ada di dalam.

Aktivitas yang tinggi akan meningkatkan kelembapan organ kewanitaan ini.

Baca: Inilah Penyebab di Sekitar Ketiak dan Miss V Terlihat Hitam

"Vagina itu organ yang sangat sensitif. Kelembapannya sangat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya aktivitas sehari-hari. Bila aktivitas padat, biasanya sekret vagina pun akan lebih banyak," kata Neni.

Neni mengatakan, ada tiga indikator kesehatan vagina, yakni kelembaban yang cukup dan bersifat asam (pH 3,8-4,5), tidak berbau atau sedikit berbau, dan sekret berwarna bening atau sedikit putih.

Adapun ciri-ciri vagina yang tidak sehat antara lain kering atau terlalu lembap. Kering bisa karena keseimbangan flora vagina terganggu.

Bila warna sekret vagina berubah, terangnya, ini tanda bahwa vagina sudah terinfeksi.

Warna sekret vagina bisa turut menunjukkan kuman apa yang menginfeksi.

Lebih parah lagi bila ada perdarahan di luar haid. Vagina tidaklah steril, melainkan dihuni oleh flora atau kuman. Ada yang baik, ada pula yang bersifat patogen.

Baca: Perhatikan 6 Jenis Makanan Ini Jika Ingin Miss V Anda Sehat

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help