Peringati Hari Perawat Internasional, Megawati Usulkan Perawat Diangkat PNS

PERINGATAN Hari Perawat Internasional yang jatuh pada hari ini, Sabtu, diapresiasi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Peringati Hari Perawat Internasional, Megawati Usulkan Perawat Diangkat PNS
Istimewa
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menghadiri Peringatan Hari Perawat Internasional yang digelar di Marina Convention Center, Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (12/5/2018). Ia mendukung Revisi Terbatas atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan meminta agar Presiden Joko Widodo mengangkat para perawat menjadi Pegawai Negeri Sipil. 

PERINGATAN Hari Perawat Internasional yang jatuh pada hari ini, Sabtu (12/5/2018), diapresiasi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Lewat usulan Revisi Terbatas atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Megawati meminta agar Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo mengangkat para perawat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Berbicara kesehatan, tidak terlepas dari mereka yang disebut tenaga kesehatan. Nasib kesehatan rakyat ada di tangan mereka. Di sisi lain, mereka juga ditugaskan hingga pulau-pulau terluar. Maka bagi saya, tenaga kesehatan adalah para pejuang penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya dalam siaran tertulis pada Selasa (12/5/2018).

Bertepatan dengan peringatan Hari Perawat Internasional bertajuk 'Nurses a Voice to Lead: Health is a Human Right' yang digelar di Marina Convention Center, Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (12/5/2018), mantan Presiden RI kelima itu meminta pemerintah untuk mendengarkan aspirasi sebagai langkah perbaikan sistem kesehatan di Indonesia.

"Sudah saatnya suara perawat didengar, sebagai bagian untuk memperbaiki sistem kesehatan di Indonesia. Beberapa hal yang terus saya perjuangkan, pertama terkait minimnya upah yang diterima sebagian perawat.

Kedua, terkait kompetensi perawat yang harus ditingkatkan, terutama untuk peningkatan kualitas perawat yang bekerja di dalam negeri," ungkapnya.

"Ketiga, yaitu status kerja. Data yang saya peroleh, 30 persen dari perawat masih berstatus pegawai tidak tetap. Untuk para tenaga kesehatan, semakin lama seseorang bekerja, pengalaman akan mengasah dan menempa kemampuannya. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Indonesia," jelasnya usai.

Baca: Perawat Rumah Sakit Gemetaran Diagnosis Setnov Berubah-Ubah

Baca: Orangtua Terdakwa Pembakaran Zoya Hanya Bisa Terkulai Lemas Anaknya Divonis 7 Tahun Bui

Baca: Mantan Wapres Boediono Dapat Penghargaan Most Outstanding People 2018

Berdasarkan hal tersebut, dirinya sejak awal mendukung Revisi Terbatas atas Undang-undang ASN.

Namun, katanya hanya satu pasal yang harus dikoreksi agar tercipta keadilan bagi para pegawai honorer yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun kepada negara.

Selain itu, hal terpenting lainnya adalah pelaksanaan Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Peraturan yang disahkannya kala menjabat sebagai Presiden tahun 2004 itu ditegaskannya harus mampu menjamin kesehatan para perawat, khususnya perawat yang berstatus pegawai tidak tetap.

"Alhamdulillah Presiden Jokowi sudah mengeluarkan Surpres. Semoga segera ada pembahasan dan disahkan di tahun 2018, agar ada mekanisme pengangkatan yang bertahap tapi jelas, transparan, adil dan konstitusional. Perawat Kuat, Rakyat sehat!," katanya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved