Ramadan

Tempat Usaha Hiburan Malam Bakal Disegel Jika Tetap Beroperasi saat Ramadan dan Lebaran

Sanksi tersebut dimulai dengan penerbitan surat peringatan pertama, surat peringatan kedua, hingga surat peringatan ketiga.

Tempat Usaha Hiburan Malam Bakal Disegel Jika Tetap Beroperasi saat Ramadan dan Lebaran
youtube.com
Ilustrasi klub malam. 

WARTA KOTA, GAMBIR---Seluruh pemilik dan pengusaha hiburan malam harus menutup sementara tempat usahanya selama Ramadan hingga Lebaran mendatang.

Jika mereka melanggar, maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

"Apabila tidak dipatuhi jelas kita akan berikan sanksi sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata," ucap Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Toni Bako, saat ditemui di Balai Agung, Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).

Menurut Toni Bako, seluruh pemilik maupun pengelola usaha pariwisata harus mematuhi mematuhi Surat Nomor 17/SE/2018.

Baca: Semua Tempat Hiburan malam Wajib Tutup Sehari Sebelum Ramadan hingga Usai Lebaran

Surat edaran itu berisi tentang Waktu Penyelenggaraan Usaha Pariwisata pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Sanksi tersebut dimulai dengan penerbitan surat peringatan pertama, surat peringatan kedua, hingga surat peringatan ketiga.

Jika sampai surat peringatan ketiga tidak dipatuhi oleh pengelola atau pemilik tempat hiburan malam, maka pihaknya akan menyegel tempat usaha tersebut.

Baca: Ada 251 Tempat Hiburan di Jakarta Barat Tutup Selama Ramadan

Selain itu, Toni Bako akan menerbitkan surat rekomendasi pencabutan izin usaha yang akan diserahkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta.

"Jelas Kita akan terbitkan rekomendasi kalau tidak juga juga dipenuhi. Tapi memang bertahap, beda kalau ada temuan narkoba, prostitusi atau judi, langsung kita terbitkan rekomendasi, langsung tutup," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sepekan jelang Ramadan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan surat edaran terkait waktu operasional tempat hiburan malam selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1439 H mendatang.

Para pengelola dan pemilik tempat usaha hiburan malam itu diimbauuntuk menutup usahanya jelang Ramadan hingga Idul Fitri 1439 H.

Baca: Penutupan Tiga Tempat Hiburan Buktikan Ketegasan Anies dan Sandi

Surat edaran itu menyebutkan sejumlah poin yang mengatur waktu operasional tempat hiburan sesuai dengan Undang-undang No 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta No 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan, Peraturan Gubernur No 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Penutupan tempat usaha itu dilakukan satu hari sebelum dan selama Ramadan, hari pertama dan kedua Lebaran, dan satu hari setelah Lebaran.

Tempat usaha yang diatur waktu operasionalnya selama Ramdan dan Lebaran yakni kelab malam, diskotek, mandi uap, rumah pijat, arena permainan dewasa, dan bar.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved