Prevalensi Kematian di Indonesia Tahun 2000-2012 Orang Usia 30 hingga 70 Tahun Meningkat

Prevalensi kematian di Indonesia tahun 2000-2012 pada orang-orang berusia 30 hingga 70 tahun terus meningkat.

Prevalensi Kematian di Indonesia Tahun 2000-2012 Orang Usia 30 hingga 70 Tahun Meningkat
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH----Prevalensi kematian di Indonesia tahun 2000-2012 pada orang-orang berusia 30 hingga 70 tahun terus meningkat.

Sebanyak 40 persen, kata Dr Dafsah A Juzar SpJP(K) FIHA, Ketua Scientific Committee ASMIHA 2018, di antaranya disebabkan penyakit kardiovaskular.

Menurut WHO, penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah.

Baca: Diperkirakan Terdapat Lebih 40.000 Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia

Termasuk di dalamnya antara lain penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular (otak dan pembuluhnya), penyakit pembuluh darah perifer, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan (PJB), gagal jantung, aritmia dan penyakit katup, thrombosis vena dalam dan emboli paru.

"Prevalensi penyakit kardiovaskular di Indonesia maupun di dunia diperkirakan akan terus meningkat," kata Dafsah beberapa waktu lalu.

Saat ini, kata Dafsah, tantangan yang dihadapi dalam dunia kardiologi adalah untuk dapat mendeteksi penyakit kardiovaskular subklinis.

Baca: Berbagai Jenis Penyakit Genetik dan Sindrom Tertentu Berkaitan Erat dengan Kejadian PJB

Dengan demikian dapat mencegah serta mengurangi mortalitas dan morbiditas. Untuk itu, pencitraan kardiovaskular merupakan hal yang esensial.

Pada awalnya, pencitraan dianggap tidak lebih dari sarana untuk memvisualisasikan perubahan dalam struktur dan anatomi.

Adanya penemuan teknologi baru, saat ini pencitraan berperan dalam diagnosis biologis, fungsional, hemodinamik dan beberapa proses patofisiologi.

Baca: Temuan Terkini tentang Serangan Jantung Bisa Terjadi sebagai Dampak Mengonsumsi Milkshake

"Bahkan, saat ini pencitraan noninvasif seperti echocardiography, CT scan, MRI, dan radio nuclear imaging merupakan modalitas penting dalam tata laksana penyakit ini di samping pencitraan invasif seperti kateterisasi," kata Dafsah.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help