Aksi Bela Palestina

MUI Sampaikan Resolusi Baitul Maqdis di Monas

Wasekjen MUI Zaitun Rasmin menyampaikan kepada massa aksi bela Palestina tentang hasil Ijtima Ulama MUI di Banjarmasin.

MUI Sampaikan Resolusi Baitul Maqdis di Monas
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Sulianto (45), warga Cengkareng, Jakarta Barat, mengenakan kostum Wiro Sableng beserta kapak yang terbuat dari kardus, saat mengikuti Aksi 115 bertajuk Bela Baitul Maqdis di halaman Monumen Nasional (Monas), Jumat (11/5/2018). 

WAKIL Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Zaitun Rasmin menyampaikan kepada massa aksi bela Palestina pada 11 Mei (Aksi 115) tentang hasil Ijtima Ulama MUI di Banjarmasin terkait resolusi untuk Baitul Maqdis.

"Memperkuat dan mendukung penuh keputusan Ketua Harian MUI Pusat menjadikan Baitul Maqdis sebagai ibu kota Palestina," kata Zaitun di area Monumen Nasional, Jakarta, Jumat, mengutip isi resolusi Ijtima Ulama.

Baitul Maqdis merupakan sebutan untuk Masjidil Aqsa dan sekitarnya yang terletak di Yerusalem.

Situasi Yerusalem memanas setelah Amerika Serikat berupaya memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel ke Yerusalem.

Hal itu disebut sebagai tindakan ilegal karena tidak mendapatkan persetujuan internasional dan mendapat tentangan dari sejumlah negara termasuk Indonesia.

Baca: Aktivis 98 yang Pernah Skak Mati Ahok Jadi Calon Anggota DPD RI

Baca: Komentar Khusus SBY Terkait Rusuh Rutan Mako Brimob, Kenapa Jokowi Belum Beri Tanggapan?

Baca: Diduga Idap Diabetes, Warga Pamulang Meninggal Tanpa Busana di Ruang Tamu Rumahnya

Terkait hal itu, Zaitun mengatakan Muslim wajib menentang dan menolak Amerika Serikat menjadikan wilayah Baitul Maqdis sebagai kantor Kedubes AS.

"Penolakan bisa dengan cara beraksi, berdemonstrasi dan apapun untuk menentangnya," kata dia.

Wasekjen MUI mengajak umat Islam agar memberi bantuan kepada Palestina bisa dengan dana, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

Hal itu bisa meringankan beban rakyat Palestina yang menderita akibat blokade oleh otoritas Israel dan kekurangan suplai kebutuhan sehari-hari.

Dia juga mendorong agar negara-negara memutus hubungan diplomatik dengan Israel.

Zaitun juga mengingatkan setiap bangsa untuk menentang segala kezaliman seperti terjadi di Palestina, Rohingya, Pattani dan di manapun tindakan penindasan yang bertentangan dengan kemanusiaan. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved