Komentar Sosiolog soal Maraknya Narkoba dan Prostitusi di Apartemen

Penanganan pidana prostitusi di apartemen baik dilakukan secara konvensional maupun daring tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola.

Komentar Sosiolog soal Maraknya Narkoba dan Prostitusi di Apartemen
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi, pesinetron Riza Shahab diamankan Polda Metro Jaya karena tersangkut penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Jumat (13/4/2018). Riza Shahab bersama 6 orang temannya diamankan petugas kepolisian saat pesta narkoba di sebuah apartemen di Jakarta. 

WARTA KOTA, PALMERAH----Sosiolog Musni Umar menilai penanganan tindak pidana prostitusi di apartemen atau rumah susun baik dilakukan secara konvensional maupun daring tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola.

Sesuai aturan, pengelola apartemen bekerja di area publik, sehingga tidak dapat mengakses langsung sampai kepada level unit karena menyangkut privasi pemilik.

Baca: Berkedok Panti Pijat Tradisional, Ternyata Pijat Plus-Plus di Apartemen

Oleh karenanya, diperlukan kepedulian penghuni untuk proaktif melaporkan hal-hal yang mencurigakan di lingkungannya kepada pengelola.

Menurut Musni, yang dapat dilakukan pengelola adalah bekerja sama dengan penghuni dan polisi sebagai aparat keamanan dalam memberantas prostitusi di apartemen.

Musni mengatakan, sebenarnya temuan berbagai kasus prostitusi dan narkoba di apartemen bisa dilihat dari sisi positif karena menunjukkan koordinasi antara pengelola, penghuni, dan polisi sebagai penegak hukum berjalan baik.

Baca: Tim Pengawasan Orang Asing Kota Depok Melakukan Razia di Apartemen

Apalagi, berdasarkan keterangan polisi, berbagai temuan tindak pidana tersebut bermula dari laporan masyarakat.

"Banyak kasus prostitusi dan narkoba di apartemen yang tidak terungkap karena para penghuni dan pengelolanya tidak peduli terhadap pelanggaran yang terjadi," kata Musni baru-baru ini.

Menurut Musni, kasus prostitusi tidak hanya terjadi di satu apartemen saja, tetapi ada beberapa apartemen di Jakarta.

"Di tengah meningkatnya jumlah kelas menengah, ini menjadi bisnis atau pasar prostitusi itu sendiri. Sehingga banyak muncul kasus-kasus seperti ini," kata Musni.

Baca: Kulkas Korsleting, Salah Satu Unit Apartemen di Kedoya Garden Terbakar

Musni mengatakan, prostitusi umumnya terjadi pada para penghuni baru yang belum dikenal oleh penghuni lain.

Untuk mengantisipasinya, penghuni dapat membentuk komunitas-komunitas seperti di bidang olahraga, seni, dan keagamaan agar para penghuni dapat mengenal satu sama lain.

Nantinya, pengelola bisa menjadi fasilitator dalam pengembangan komunitas tersebut.

"Pengembangan community care ini sangat penting di tengah masyarakat urban yang sangat dinamis," katanya.

Kontan.co.id/Yudho Winarto

Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Kata Sosiolog Atas Maraknya Kasus Narkoba & Prostitusi di Apartemen

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help