Intervensi Bedah dan Nonbedah Berhasil Dilakukan di Indonesia Hanya 2.000 Kasus Per Tahun

Kasus PJB di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan jumlah intervensi bedah ataupun non-bedah kasus PJB.

Intervensi Bedah dan Nonbedah Berhasil Dilakukan di Indonesia Hanya 2.000 Kasus Per Tahun
Istimewa
Ilustrasi serangan jantung 

WARTA KOTA, PALMERAH---Penyakit jantung seringkali dipahami sebagai penyakit yang dialami ketika memasuki usia dewasa.

Sebenarnya, anak yang baru lahir bisa saja telah mengalaminya, yang disebut sebagai penyakit jantung bawaan (PJB).

Pakar penyakit kardiovaskular dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Oktavia Lilyasari SpJP(K) FIHA, mengatakan, data RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita sebagai pusat rujukan nasional kasus PJB di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan jumlah intervensi bedah ataupun non-bedah kasus PJB.

Baca: Berbagai Jenis Penyakit Genetik dan Sindrom Tertentu Berkaitan Erat dengan Kejadian PJB

Hal ini seiring kemajuan di bidang ilmu jantung anak dan PJB, serta bedah jantung dalam beberapa dekade terakhir.

Saat ini, tindakan pembedahan pada PJB terdiri dari bedah paliatif dan bedah koreksi.

Penegakan diagnosis PJB, kata Oktavia, memerlukan beberapa modalitas diagnostik dari yang sederhana hingga yang canggih.

Baca: Diperkirakan Terdapat Lebih 40.000 Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia

Beberapa dekade terakhir, terjadi perubahan tren metode pencitraan lanjut dengan kateterisasi jantung berubah ke arah metode yang sifatnya lebih non-invasif lanjut dengan menggunakan modalitas pencitraan CT jantung dan MRI.

Data di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta selama lima tahun (2013-2017) memperlihatkan perubahaan tren pencitraan kardiovaskular untuk PJB dengan penggunaan modalitas pencitraan kardiovaskular CT dan MRI sebagai modalitas diagnostik noninvasif lanjutan.

Sayangnya, kata Oktavia, kemajuan ilmu dan teknologi di bidang PJB ini tidak dapat dinikmati oleh semua anak Indonesia yang membutuhkan.

Baca: Temuan Terkini tentang Serangan Jantung Bisa Terjadi sebagai Dampak Mengonsumsi Milkshake

"Intervensi bedah dan nonbedah yang sudah berhasil dilakukan di seluruh Indonesia hanya berkisar 2.000 kasus per tahun. Angka tersebut jauh di bawah kebutuhan, mengingat paling tidak terdapat 20.000 penderita PJB yang memerlukan intervensi setiap tahunnya," katanya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help