Diperkirakan Terdapat Lebih 40.000 Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia

Penyakit jantung seringkali dipahami sebagai penyakit yang dialami ketika memasuki usia dewasa.

Diperkirakan Terdapat Lebih 40.000 Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia
Istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH---Penyakit jantung seringkali dipahami sebagai penyakit yang dialami ketika memasuki usia dewasa.

Sebenarnya, anak yang baru lahir bisa saja telah mengalaminya, yang disebut sebagai penyakit jantung bawaan (PJB).

Baca: Mungkinkah Anda Punya Penyakit Jantung? Ini Tanda-tandanya

Mengenali gejalanya sejak dini dapat menyelematkan masa depan anak.

PJB adalah penyakit dengan kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung yang dibawa dari lahir yang terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin.

Pakar penyakit kardiovaskular dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Oktavia Lilyasari SpJP(K) FIHA, mengatakan, dengan jumlah kelahiran hidup sekitar 4,5 juta per tahun, diperkirakan terdapat lebih dari 40.000 bayi yang lahir dengan PJB di Indonesia.

Baca: Donor Darah Ternyata Cegah Penyakit Jantung dan Kanker

"Hampir sepertiganya menderita PJB kritis yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan pada hari pertama atau tahun pertama kehidupan," kata Oktavia beberapa waktu lalu.

Prevalensi ini, kata Oktavia, terus meningkat seiring dengan perkembangan pada diagnosis dan tata laksana penyakit tersebut.

Baca: Genggaman Tangan yang Lemah Tanda Kena Penyakit Jantung

Di Indonesia diketahui dari 1.000 kelahiran yang hidup, ditemui sembilan di antaranya mengidap PJB.

Pada tahun 2015 tercatat terdapat 40.000 bayi lahir dengan PJB. Angka yang cukup besar dan harus dapat ditangani secara tepat agar jiwa bayi dapat tertolong.

Gejala dan tanda PJB dapat dikenali sejak lahir atau sebaliknya hanya menimbulkan gejala minimal, seperti berat badan sulit naik atau infeksi saluran napas berulang sehingga tidak terdeteksi hingga dewasa.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help