Berbagai Jenis Penyakit Genetik dan Sindrom Tertentu Berkaitan Erat dengan Kejadian PJB

Dokter biasanya mencurigai adanya PJB bila mendeteksi adanya gejala gagal jantung, kebiruan, atau mendengar kelainan bunyi atau bising jantung.

Berbagai Jenis Penyakit Genetik dan Sindrom Tertentu Berkaitan Erat dengan Kejadian PJB
Shutterstock
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH---Penyakit jantung seringkali dipahami sebagai penyakit yang dialami ketika memasuki usia dewasa.

Sebenarnya, anak yang baru lahir bisa saja telah mengalaminya, yang disebut sebagai penyakit jantung bawaan (PJB).

Baca: Diperkirakan Terdapat Lebih 40.000 Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan di Indonesia

Menurut dr Oktavia Lilyasari SpJP(K) FIHA, pakar penyakit kardiovaskular dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dokter biasanya mencurigai adanya PJB bila mendeteksi adanya tanda atau gejala gagal jantung, kebiruan, ataupun mendengar kelainan bunyi atau bising jantung.

"Masalahnya, sering kali PJB tidak memberikan gejala atau tanda yang khas saat bayi baru lahir mengingat sirkulasi darah dan sistem pernapasan masih mengalami transisi dari masa janin ke periode pascalahir," kata Oktavia baru-baru ini.

Baca: Hati-hati, Kabut Asap Bisa Picu Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Pada sebagian besar kasus, penyebab PJB tidak diketahui. Berbagai jenis obat dan paparan radiasi pada ibu hamil diduga merupakan penyebab eksogen PJB.

Penyakit rubela yang diderita ibu pada awal kehamilan juga dapat menyebabkan PJB pada bayi.

Oktavia mengatakan, disamping faktor eksogen terdapat pula faktor endogen yang berhubungan dengan kejadian PJB.

Berbagai jenis penyakit genetik dan sindrom tertentu berkaitan erat dengan kejadian PJB seperti sindrom down, turner, dan lain-lain.

Baca: Penyakit Jantung Bawaan dan Cara Mengantisipasinya

Oktavia mengatakan, terdapat dua golongan PJB, yaitu nonsianotik dan sianotik yang masing-masing memiliki gejala yang berbeda.

PJB nonsianotik adalah kelainan struktur dan fungsi jantung yang dibawa lahir yang tidak ditandai dengan warna kebiruan (sianosis) pada kulit dan selaput lendir.

Misalnya lubang di sekat jantung sehingga terjadi pirau dari kiri ke kanan, kelainan salah satu katup jantung dan penyempitan alur keluar ventrikel atau pembuluh darah besar tanpa adanya lubang di sekat jantung.

Sementara itu, PJB sianotik merupakan jenis PJB yang menyebabkan warna kebiruan (sianosis) pada kulit dan selaput lendir terutama di daerah lidah atau bibir dan ujung-ujung anggota gerak akibat kurangnya kadar oksigen di dalam darah.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help