Home »

Depok

Kerusuhan di Mako Brimob

Wakapolri Pimpin Sendiri Operasi Penanggulangan Napi di Kelapa Dua

“Saya memimpin sendiri operasi ini supaya tidak terganggu menjelaskan dan saya harus berkonsenterasi

Wakapolri Pimpin Sendiri Operasi Penanggulangan Napi di Kelapa Dua
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin memberikan keterangan kepada wartawan didampingi oleh Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto (kiri) dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M Iqbal (kanan) 

WAKIL Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Syafruddin pimpin langsung operasi penanggulangan kerusuhan di Rumah Tahanan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Komjen Syaruddin menjelaskan kepada wartawan saat jumpa pers, Kamis (10/5), sekira pukul 07.35 pagi hari.

Hal ini menjadi pertama kalinya Wakapolri buka mulut tentang kasus kerusuhan di Rutan, setelah sebelumnya semua informasi berasal dari Kadiv Humas Mabes Polri, Setyo Wasisto dan Karo Penmas, M Iqbal.

“Saya memimpin sendiri operasi ini supaya tidak terganggu menjelaskan dan saya harus berkonsenterasi untuk mengerahkan semua kekuatan,” ucap Komjen Pol Syafruddin di Markas Polisi Satwa kepada wartawan.

Operasi penyanderaan dan pembunuhan sadis oleh para tahanan berjalan selama 36 jam sejak Selasa (8/5) lalu. 

Meskipun korban berasal dari anggota Polri sendiri, Komjen Pol Syafruddin mengajak anggota lainnya untuk tidak terpancing emosinya.

“Saya selalu menekankan kepada tim dari semua unsur untuk berkepala dingin, walaupun teman-temannya menjadi korban,” tuturnya.

Setelah berakhirnya drama penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh para narapidana di Rutan Salemba, Komjen Pol Syafruddin mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia.

“Saya ucapkan terimakasih khususnya kepada seluruh jajaran Polri yang dengan penuh kesabaran melaksanakan tugas ini dengan baik, karena ini sebuah tugas yang sangat berhasil."

Sampai saat ini, Napi teroris, Wawan dianggap menjadi dalang atas pecahnya kerusuhan di sel salemba, Mako Brimob. Wawan dianggap menyebabkan keributan akibat tidak mendapatkan makanan titipan dari istrinya, ia pun kemudian langsung memprovakasi seluruh tahanan untuk membuat onar di dalam sel.

Akibatnya, sebanyak sembilan anggota polri menjadi korban. Lima diantaranya meninggal dunia secara keji dan empat diantaranya mengalami keadaan luka-luka.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help