Jelang Subuh, 2 Bus dan 3 Truk Penuh Polisi Masuk ke Mako Brimob

Polisi menambah kekuatan pasukan dengan dua bus dan tiga truk ke Mako Brimob Kamis subuh.

Jelang Subuh, 2 Bus dan 3 Truk Penuh Polisi Masuk ke Mako Brimob
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Dua bus dan tiga truk berisi polisi masuk ke Mako Brimob pagi ini. 

MENJELANG subuh, rombongan kendaraan yang terdiri dari dua bus dan tiga truk penuh petugas kepolisian, dan dikawal dua mobil patroli tampak masuk ke dalam Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5/2018) subuh sekira pukul 04.22.

Di bagian depan dan samping bus dan truk terdapat tulisan Korps Brimob. Rombongan kendaraan datang dari arah Jalan Raya Bogor menuju ke Mako Brimob.

Kedatangan rombongan kendaraan ini, cukup menarik perhatian para jurnalis yang masih bertugas di sekitaran Mako Brimob di Jalan Komjen M Yasin, Kelapa Dua Depok.

Belum diketahui pasti maksud kedatangan rombongan kendaraan yang membawa personel kepolisian ini.

Yang pasti, penjagaan di sekitar Mako Brimob masih ketat dan ruas jalan di depannya masih ditutup dari kedua arah.

Seperti diketahui kerusuhan antara petugas dan tahanan napi teroris terjadi di Rutan Mako Brimob, Selasa (8/5/2018) malam.

Lima petugas anggota Densus 88 yang sempat disandera, para napi gugur. Satu orang napi teroris juga tewas.

Sampai Rabu malam, masih ada satu anggota polisi yang disandera namun akhirnya berhasil dibebaskan jelang tengah malam.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan Rabu malam, Polri telah mengirim empat orang untuk bernegosiasi dengan para napi teroris yang masih menguasai rutan Mako Brimob.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal memastikan ada enam orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kota Depok, Selasa (8/5/2018) malam.

Lima korban merupakan petugas kepolisian dan satu orang narapidana kasus terorisme.

Iqbal memastikan suasana sudah kondusif dan dapat dikendalikan. Sementara petugas katanya masih melakukan langkah-langkah negosiasi.‎ "Kami dapat mengamankan situasi, memblokir para tahanan tersebut sehingga tidak melebar keluar," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved