Bawang Bombai Nigeria Pembawa Penyakit Dibakar di Bandara Soetta

Jajaran Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang membakar 650 kg bawang bombay asal Nigeria

Bawang Bombai Nigeria Pembawa Penyakit Dibakar di Bandara Soetta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Bawang Bombay Nigeria pembawa penyakit dibakar petugas di Bandara Soetta. 

JAJARAN Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang membakar 650 kg bawang bombay asal Nigeria yang diselundupkan awal Mei 2018 ini.

Jenis tanaman dimusnahkan lantaran membawa hawa atau penyakit.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala BBKP Bandara Soetta Imam Djayadi.

Bawang Bombay Nigeria pembawa penyakit dibakar petugas di Bandara Soetta.
Bawang Bombay Nigeria pembawa penyakit dibakar petugas di Bandara Soetta. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Ratusan kilogram komoditas yang disita tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan mesin Incenerator di Instalasi Hewan BBKP Bandara Soekarno Hatta, Rabu (9/5/2018).

Imam menjelaskan bawang dengan nama lain Red Union yang langka tersebut diamankan petugas karena tidak dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan dari negara asal.

Komoditas pertanian yang dimusnahkan itu merupakan hasil pencegahan priode bulan Maret - April 2018.

"Ini adalah yang kami sita dan ditampung selama periode Maret - April. Memang, dari komoditas yang kita musnahkan ini membawa hama atau penyakit," ujar Imam di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (9/5/2018).

Ia menerangkan pemusnahan hasil olahan daging hewan dan tumbuhan tersebut untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1.

"Pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina," ucapnya.

Menurutnya pemusnahan komoditi pertanian ini sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 16 tahun 1992 tentang karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

"Pemusnahan ini juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2000 tentang karantina hewan dan PP 14 tahun 2002 tentang Karantina tumbuhan," kata Imam.

Imam mengimbau kepada pengguna jasa bandara, setiap melalu lintaskan hasil tanaman dan olahan hewan agar melaporkan kepada petugas karantina dan melengkapi sertifikat dari BBKP Soekarno Hatta.

"Karena itu tadi, ketika ditemukan tidak dilengkapi sertifikat sebagaimana diatur dalam ketentuan yag berlaku, maka langsung dimusnahkan. Sekali pun tidak membawa hama, namun secara administrasi saja sudah tidak terpenuhi maka dimusnahkan," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help