Kerusuhan di Mako Brimob

3 Blok Dikuasai Narapidana Teroris, Polisi Belum Bisa Masuk

“Polisi tidak bisa masuk ke dalam blok A, B, dan C karena narapidana memiliki senjata.."

3 Blok Dikuasai Narapidana Teroris, Polisi Belum Bisa Masuk
Tribunnews.com/Abdul Qodir
KADIV Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto 

KADIV Humas Polri Setyo Wasisto melakukan pembaharuan data kepada awak media terkait kericuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok.

Menurut keterangan Setyo Wasisto, saat ini polisi tidak dapat memasuki blok A,B,dan C karena telah dikuasai oleh narapidana.

“Polisi tidak bisa masuk ke dalam blok A, B, dan C karena narapidana memiliki senjata. Oleh karena itu mereka kita kasih handphone untuk berkomunikasi dan bernegosiasi,” ujar Setyo Wasisto.

Baca: Polisi Negosiasikan Penyerahan Senjata Api Teroris

Baca: Jelang Subuh, 2 Bus dan 3 Truk Penuh Polisi Masuk ke Mako Brimob

Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian belum dapat memastikan permintaan baru dari narapidana dan tim negosiasi masih terus bekerja untuk membebaskan bripta Iwan Sarjana yang disandera.

Menurut keterangan yang diberikan pihak kepolisian, rutan mako brimob terdiri dari 6 blok dan saat ini sebagain blok sudah dikuasai oleh narapidana bersenjata. 

Baca: Pendaki Putri Indonesia Mencapai Base Camp Gunung Everest

Baca: Seorang Pria Tawarkan Diri Jadi Negosiator di Mako Brimob

5 Polisi Tewas Mengerikan

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Setyo Wasisto memberikan penjelasan Terkait hasil identifikasi terhadap lima korban kericuhan di Mako Brimob Kelapa Dua yang diserang oleh narapidana.

Dalam penjelasan yang dirinci oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen M Iqbal, mayoritas luka yang dialami oleh korban adalah luka tembak dan luka tusuk yang dalam.

Baca: Pasca Rusuh Mako Brimob, Tagar #KamiBersamaPOLRI Bergema di Twitter

Baca: Tayangan Berkah Cinta Ramadan MncTv Teman Setia Pemirsa Di Bulan Puasa

"Yang jelas dari 5 rekan-rekan yang gugur, mayoritas luka akibat senjata tajam di leher. Dan luka itu sangat dalam," jelas Iqbal kepada awak media, Rabu (9/5/2018).

Ada juga satu orang luka di kepala akibat tembakan. Juga ada luka di dada kanan.

"Mayoritas rekan-rekan kami yang gugur luka pada sekujur tubuh, paha, lengan, jari akibat senjata tajam," tambahnya.

Dalam rilis yang diterima awak media berbagai cara sadis dilakukan oleh para narapidana untuk menghabiskan nyawa petugas kepolisian yang disandera.

Baca: Pasca Rusuh Mako Brimob, Tagar #KamiBersamaPOLRI Bergema di Twitter

Baca: Nekat Banget, 2 Pemuda Teler dan Mulut Bau Alkohol Nerobos Penjagaan Mako Brimob

"Semua luka yang sebabkan kematian dilakukan dari jarak dekat atau karena dalam kondisi korban tidak bisa melawan," demikian tulis rilis tersebut.

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved